Breaking News:

Update Aturan Ganjil Genap Kembali Diterapkan di 5 Pintu Masuk Bandung, Berikut Peraturannya

Penerapan pola ganjil-genap di lima gerbang tol menuju Kota Bandung akan kembali diberlakukan  pada akhir pekan ini. 

Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Volume kendaraan pada hari kedua penerapan ganjil genap di Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung mengalami peningkatan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penerapan pola ganjil-genap di lima gerbang tol menuju Kota Bandung akan kembali diberlakukan  pada akhir pekan ini. 

Kepala Bidang Pengendalian Dan Ketertiban (PDKT) Dinas Perhubungan Kota Bandung, Asep Kuswara mengatakan, untuk cara bertindak dari penerapan pola ganjil-ganjil genap di lima gerbang tol tersebut sama seperti pekan lalu.

Dimana penyekatan dilakukan bagi kendaraan dengan nomor polisi di luar wilayah Bandung Raya atau plat D. 

"Secara teknis CB pola ganjil-genap yang akan diberlakukan besok di Gerbang Tol Pasteur, Gerbang Tol Pasir Koja, Gerbang Tol Kopo, Gerbang Tol Moh. Toha, dan Gerbang Tol Kopo sama seperti penerapan pekan lalu. Dimana pemberlakuan aturan dilakukan dalam dua sif yaitu, mulai pukul 06.00-14.00 WIB dan 14.00 - 21.00 WIB," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Catat Lokasi dan Waktunya, 15 Polres di Jabar Terapkan Ganjil Genap Akhir Pekan Ini

Dilakukannya kembali upaya pembatasan tersebut, sebab pola tersebut dinilai sukses dalam menekan tingkat mobilitas masyarakat, sehingga risiko penularan Covid-19 di Kota Bandung dapat ditekan pada pekan kemarin.

Asep menuturkan, terkait jumlah petugas gabungan terdiri dari Satlantas Polrestabes Bandung, TNI, Dishub dan Satpol PP Kota Bandung yang dikerahkan, mencapai 400-500 personel yang disebar di lima gerbang tol tersebut selama dua hari, Sabtu-Minggu.

"Kenapa diberlakukan lagi, karena berdasarkan hasil evaluasi, pola serupa yang dilakukan pekan lalu cukup efektif terhadap
tercapainya penurunan mobilitas, termasuk kepadatan lalu lintas kendaraan di dalam Kota Bandung. Persentase penurunan mobilitas di tiap tol itu ada yang mencapai 4 persen, 2,5 persen, bahkan 5 persen," ucapnya

Ia pun berharap, dengan pola berkelanjutan ini, dapat memutus rantai penyebaran covid-19 dan PPKM Kota Bandung dapat turun dari level 3 menjadi level 2.

Disinggung terkait penerapan pola serupa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Cimahi.

Baca juga: Ganjil Genap di Dalam Kota Bandung Sedang Dikaji untuk Diterapkan, Termasuk Buka Tutup Jalan

Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil koordinasi lintas wilayah yang dilakukan oleh Forkopimda masing-masing, dimana seluruh wilayah Bandung Raya memiliki tujuan yang sama, yaitu memutus rantai penularan Covid-19.

"Selama ini kami terus melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah daerah terkait lainnya yang ada wilayah aglomerasi Bandung Raya. Termasuk dengan Dirlantas PJR, untuk melakukan antisipasi terjadinya kepadatan kendaraan di satu gerbang tol. Sehingga untuk memecah kepadatan kendaraan dilakukan rekayasa arus lalu lintas yang menjadi kewenangan pihak kepolisian," ujar Asep.

Terkait rencana penyekatan jalur arteri menuju Kota Bandung, menurutnya hal itu, belum akan diberlakukan dan bersifat situasional apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas di gerbang tol.

Asep pun mengimbau, agar masyarakat dapat mematuhi arahan yang diberikan petugas di lapangan. Sebab, hal itu demi kepentingan bersama dalam upaya memutus rantai penularan covid-19 di Kota Bandung.

"Selain itu, kami berharap agar masyarakat yang terpaksa melakukan mobilitas, adalah yang benar-benar memiliki keperluan mendesak, tapi jangan sampai terjadi kerumununan, agar covid-19 dapat segera hilang di Kota Bandung dan Indonesia," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved