Breaking News:

KPID Jabar Layangkan Rekomendasi Teguran untuk Program Kopi Viral Edisi 'Saipul Jamil' TransTV

Tayangan program tersebut dianggap telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI,

Penulis: Cipta Permana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribunnews.com
Pengakuan jujur Saipul Jamil soal banyak permintaan agar dia diboikot di TV. 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat (Jabar) melayangkan surat rekomendasi terguran tertulis kepada KPI Pusat atas pelanggaran dari salah satu program gelar wicara yang disiarkan secara eksklusif di TransTV.

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet mengatakan, program tersebut adalah Kopi Viral edisi "Saipul Jamil" yang ditayangkan pada Jumat (3/9/2021) lalu.

Menurutnya, tayangan program tersebut dianggap telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI, karena mengungkap persoalan kehidupan pribadi dari pedangdut Saipul Jamil yang baru saja bebas dari masa tahanan akibat kasus pelecehan seksual dan penyuapan terhadap hakim yang menjeratnya.

Baca juga: Saipul Jamil Marah Banyak Permintaan Diboikot di TV? Ini Pengakuan Jujurnya, Sadar Dapat Cibiran

"Tayangan itu bertentangan dengan aturan standar program siaran pasal 11 ayat 1 P3SPS bahwa program siaran wajib dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan tidak untuk kepentingan kelompok tertentu. Selanjutnya pasal 13 ayat 2 dinyatakan: Program siaran tentang permasalahan kehidupan pribadi tidak boleh menjadi materi yang ditampilkan dan/atau disajikan dalam seluruh isi mata acara, kecuali demi kepentingan publik," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima TribunJabar.id, Jumat (10/9/2021).

Selain itu, pihaknya juga memandang tayangan program tersebut, melanggar pasal 9 ayat 2 SPS tentang penghormatan norma dan kesusilaan yang berbunyi, program siaran wajib berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut masyarakat.

Sehingga masalah pelecehan seksual dalam kasus tersebut adalah masalah kesusilaan yang dikhawatirkan jika masalah ini dibesar-besarkan akan mempengaruhi psikologis korban pelecehan.

"Oleh karena itu, rekomendasi teguran tertulis bagi TransTV telah melalui pengkajian secara mendalam serta masukan dari berbagai pihak. Keputusan ini pun diambil dalam Rapat Pleno Khusus KPI pada Rabu (8/9/2021) lalu," ucapnya.

Sebelumnya pihak TransTV memberikan permohonan maafnya kepada masyarakat melalui unggahan akun Instagram resmi TransTV (06/09/21).

Baca juga: Setelah Diboikot dari TV, Kini Saipul Jamil Ngadu ke Hotman Paris, Ngaku Mengalami Kerugian

KPID Jabar pun menghargai atas inisiatif TransTV yang telah menyampaikan permohonan maaf atas penayangan program gelar wicara berjudul Kopi Viral tersebut.

“Semoga lembaga penyiaran lain juga memiliki kepedulian bersama, intinya jangan berlebihan. Dan kita tidak bermaksud menutup rizki orang,” katanya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved