Breaking News:

DPRD Jabar Dorong Pemprov Jabar Untuk Makin Serius Tangani Limbah B3, Bahan Berbahaya dan Beracun

Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau langsung tempat Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD SYARIF ABDUSSALAM
Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Jabar meninjau langsung tempat penyimpanan dan pengumpulan limbah B3 ( Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun ) PT Wiraswasta Gemilang Indonesia, Jumat, (10/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau langsung tempat Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) PT Wiraswasta Gemilang Indonesia di Kota Cimahi, Jumat (10/9).

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, KH Tetep Abdulatip, mengatakan tempat ini khusus untuk menampung limbah oli bekas untuk didaur ulang agar dapat dimanfaatkan kembali.

"PT WGI ini sesungguhnya adalah tempat penampungan limbah B3 jenis oli yang nantinya akan diteruskan ke Perusahan Induk di daerah Cibitung Bekasi untuk diproses menjadi pelumas yang baru (base oil)," katanya di PT WGI di Kota Cimahi, Jumat, (10/9).

Tetep menekankan, pola-pola penanggulangan limbah ini perlu diperhatikan lagi oleh dinas teknis, walaupun risiko dari limbah oli ini tidak terlalu berat seperti limbah B3 lainnya.

"Kami mengharapkan kepada dinas terkait untuk memfasilitasi pola-pola penyelesaian limbah seperti ini. Walaupun limbah oli ini tidak seberbahaya limbah B3 lain," ujar Tetep

Meskipun tidak berbahaya, Tetep menambahkan, jika limbah oli ini dibuang sembarangan dan dengan jumlah banyak, itu dapat membahayakan masyarakat serta lingkungan sekitar.

"Namun bila dalam jumlah yang banyak dan dibuang sembarangan akan membahayakan keselamatan masyarakat dan juga merusak lingkungan," ucap Tetep.

Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) menurut PP Nomor 101 Tahun 2014 merupakan sisa usaha atau kegiatan yang mengandung zat atau komponen yang secara langsung maupun tidak dapat mencemarkan, merusak, atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. 

Pengelolaan limbah ini tentunya kian mendapat perhatian khusus dari DPRD Provinsi Jawa Barat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved