Breaking News:

Wajib Tahu, Orang dengan Kondisi Ini Rentan Alami Badai Sitokin, Bisa Berujung Kematian

Di masa pandemi ini, semua lapisan masyrakat harus waspada, karena badai ini bisa menyerang siapapun

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
SHUTTERSTOCK/Gorodenkoff
Ilustrasi pasien Covid-19 alami badai sitokin 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Akhir-akhir ini istilah badai sitokin ramai jadi perbincangan setelah seorang publik figure, yaitu Deddy Corbuzier menyebutkan jika dirinya mengalami badai sitokin.

Hal yang mencengangkan adalah ketika Deddy Corbuzier ternyata mengalami badai sitokin setelah sembuh dari Covid-19. 

Istilah Badai Sitokin pun baru didengar oleh masyarakat, pasalnya ketika terkena badai sitokin, Deddy Cobuzier menyebutkan paru-parunya mengalami kerusakan paru hingga 60%.

Baca juga: Apa Itu Badai Sitokin? Reaksi Berlebihan Sistem Imun Tubuh, Gejalanya Bisa Ringan hingga Mematikan

Lalu apa sih sebenarnya badai sitokin itu ?

Melalui program Tribun Health, Kepala UPT Puskesmas Pasirkaliki, dr, Debborah Johanna Rattu, MH., Kes. MKM menjelaskan, badai sitokin adalah reaksi imun kekebalan yang tidak terkontrol akibat pelepasan sitokin yang berlebihan.

"Dampaknya adalah dapat merusak tubuh sendiri yang seharusnya sitokin ini melokalisir, mengontrol, dan membunuh virus, justru membuat peradangan pada organ-organ lainnya," ucap Debborah, Rabu ( 9/9/2021).

Berhubungan dengan imunitas, Debborah menjelaskan, badai sitokin ini bisa terjadi dengan penderita autoimun, dan kini terjadi dengan penderita Covid-19.

Namun hingga saat ini penyebab autoimun yang terjadi pada pasien Covid-19 belum bisa terprediksi penyebabnya.

Sebenernya, Debborah mengatakan, badai sitokin ini bukanlah sebuah temuan baru, tapi munculnya badai sitokin ini tidak sebanyak sekarang.

Baca juga: Badai Sitokin Apakah Bisa Menyerang Orang yang Sudah Divaksin Covid-19? Ini Kata Dokter

"Badai sitokin ini tidak ada hanya di kasus Covid-19, tetapi juga pada penyakit infeksi lain seperti Sars, influenza. Dalam non infeksi, badai sitokin ini terjadi pada kanker dan autoimun" ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved