Breaking News:

Taliban Minta Mantan Pejabat Kembali Afganistan, Jamin Keamanan dan Keselamatan

Mayoritas penjabat menteri dan wakilnya adalah dari suku Pashtun meskipun Taliban menjanjikan pemerintah "inklusif". 

SAEED KHAN / AFP
Dalam file foto yang diambil pada 26 Agustus 1999 ini terlihat Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menerima Menteri Luar Negeri Afghanistan Mullah Mohammad Hassan Akhund (kanan) di Islamabad. Taliban mengumumkan Mullah Mohammad Hasan Akhund sebagai pemimpin pemerintahan baru mereka di Afghanistan pada 7 September 2021. 

TRIBUNJABAR.ID- Taliban meminta mantan pejabat Afganistan yang melarikan diri untuk kembali ke negara itu.

Penjabat perdana menteri baru Afghanistan, Mullah Mohammad Hasan Akhund, mengatakan Taliban akan menjamin keamanan dan keselamatan para mantan pejabat Afganistan yang melarikan diri.

Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera Rabu (8/9/2021), Mullah Mohammad Hasan Akhund menjamin keamanan diplomat, kedutaan besar, dan lembaga bantuan kemanusiaan.

Ia menekankan Taliban ingin membangun hubungan yang positif dan kuat dengan negara-negara di kawasan dan sekitarnya.

Akhund, rekan dekat dan penasihat politik mendiang Mullah Omar, pendiri Taliban dan pemimpin tertinggi pertamanya, mengatakan para pemimpin Taliban punya tanggung jawab dan ujian besar terhadap rakyat Afghanistan.

Baca juga: Danpaspamres Tri Budi Utomo, Sepak Terjangnya Istimewa, Kawal Jokowi ke Afganistan, Kini Mayjen TNI

“Kami telah menderita kerugian besar dalam hal uang dan nyawa untuk momen bersejarah dalam sejarah Afghanistan,” ujarnya.

“Tahap pertumpahan darah, pembunuhan, dan penghinaan terhadap orang-orang di Afghanistan telah berakhir, dan kami telah membayar mahal untuk ini,” katanya.

Akhund juga menegaskan kembali janji amnesti Taliban bagi siapa saja yang telah bekerja bersama Amerika Serikat dan pemerintahan yang didukungnya setelah invasi tahun 2001.

“Tidak ada yang bisa membuktikan bahwa dia menjadi sasaran balas dendam. Dalam keadaan tegang seperti itu, mudah untuk melakukan apa yang Anda inginkan, tapi gerakan itu disiplin dan mengendalikan orang-orang bersenjatanya. Kami tidak merugikan siapa pun karena tindakannya sebelumnya, ”katanya.

Ia berusaha meyakinkan khususnya rakyat Afghanistan bahwa Taliban menginginkan semua kebaikan, kesuksesan, dan kesejahteraan.

Baca juga: Sosok Mullah Akhund, Kini Jadi Perdana Menteri Afghanistan, Dihormati Taliban,Masuk Daftar Hitam PBB

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved