Siswa dan Guru Senang Bukan Kepalang pada Hari Pertama PTM Terbatas di Kota Bandung

"Seneng banget bisa sekolah lagi. Soalnya kalau belajar di rumah kita kesulitan buat praktik, karena kan tidak bisa

TRIBUNJABAR.ID/Cipta Permana
Situasi pemantapan kesiapan PTMT bagi pendidik, tenaga pendidikan, dan satgas penanganan covid-19 sekolah, di SDN 263 Rancaloa, Kota Bandung, Rabu (8/9/2021) 

Pilih Menunda

Kemarin, sekalipun sempat menjadi pilot project rencana penerapan PTMT di Kota Bandung, PTMT belum dilakukan di SDN 263 Rancaloa, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari.

Kepala SDN 263 Rancaloa, Eutik Hayati mengatakan, keputusannya untuk tidak menyelenggarakan PTMT kemarin, bukan disebabkan oleh adanya kendala perihal kesiapan dokumen dan atau persyaratan kegiatan PTMT. 

"Kami belum memutuskan untuk memulai penyelenggaraan PTMT karena hari ini kami agendakan untuk memantapkan kesiapan yang telah kami lakukan sejak beberapa pekan terakhir, baik itu infrastruktur sarana prasarana, alur kegiatan, hingga pembekalan bagi bapak/ibu guru yang akan melaksanakan pola pengajaran pada PTMT yang akan kami gelar besok," ujarnya di SDN 263 Rancaloa.

Pemantapan dan pembekalan ini, lanjutnya menjadi sebuah hal yang penting sebagai upaya antisipasi dari potensi terjadinya pelanggaran.

"Kami tidak ingin terburu-buru untuk dapat kembali menggelar PTMT bila akhirnya hal itu justru menyebabkan terjadinya pelanggaran. Bagi kami, meskipun rasa rindu untuk dapat kembali mengajar anak didik secara langsung sangat tinggi, kesehatan dan keselamatan anak didik dan warga sekolah tetap menjadi prioritas utama," ucapnya. 

Ditemui saat meninjau PTMT di SMP PGII Panatayuda dan SD Ar-Rafi, kemarin, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan pelaksanaan PTM hari pertama secara umum berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan.

"Alhamdulillah dua sekolah yang saya kunjungi sudah paham dengan aturan main (PTM). Kami melihat tadi di SD Ar-Rafi yang masuk tiga kelas, yakni kelas 3,5, dan 6. Siswa yang masuk sekitar 20-50 persen dan saling bergiliran di hari berikutnya," ujar Ema di lokasi.

Ema mengatakan, meski berbagai persiapan sudah dilakukan sekolah, sebagian orang tua masih belum mengizinkan anaknya  ikut PTMT. 

"Kami meminta kepada semua sekolah untuk tetap memberikan hak anak didik yang tak ikut PTM dengan menyediakan pula PJJ agar kualitas belajar mereka sama," katanya.

Sebelumnya, sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi untuk Pendidikan dan Keselamatan Anak (APKA) meminta PTMT tak tergesa-gesa dilakukan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum pulih. Mereka berharap PTMT ditunda hingga semuanya benar-benar siap.

Selain Forum Orang Tua Siswa (Fortusis), organisasi lainnya yang juga bergabung dengan APKA antara lain, Arek Lintang Indonesia (ALIT), Amar Law Firm & Public Interest Law Office, Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), Hakasasi, Laporcovid19, Lokataru, dan Surabaya Children Crisis Center (SCCC). Mereka juga melayangkan somasi kepada Presiden Joko Widodo agar memperhatikan tuntutan mereka. (syarif abdussalam/tiah sm/nandri prilatama/cipta permana/oktora)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved