Breaking News:

Pemkot Bandung Harap Exit Tol Padaleunyi KM 149 Beroperasi Akhir 2021 Untuk Kembangkan Bandung Timur

Pemkot Bandung berharap agar exit tol padaleunyi KM 149 segera dibuka sehingga bisa terintegarasi dengan pengembangan bandung timur

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Muhammad Nandri Prilatama
Kolaborasi kesepakatan bersama untuk pemulihan ekonomi dan pengembangan destinasi wisata pada masa pandemi di Bandung Timur antara Pemkot Bandung dengan PT Mahkota Permata Perdana 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama 
 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemkot Bandung dan Summarecon Bandung teken kesepakatan untuk membuat destinasi wisata baru di Bandung Timur, Kamis (9/9/2021).
Kepala Bappelitbang Pemkot Bandung, Anton Sunarwibowo mengatakan kawasan Summarecon Bandung akan menjadi destinasi wisata baru di Bandung Timur. Namun, hal itu perlu dukungan beroperasinya exit tol Padaleunyi KM 149 yang rencananya bakal terhubung dengan pintu masuk ke Summarecon Bandung.
"Ada integrasi urban farming dengan ada lahan yang bisa dikembangkan sebagai urban farming perkotaan bersama DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian)," kata Anton Sunarwibowo. 
Kemudian, soal pasar kreatif yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan Dinas Koperasi, Usaha, Kecil Menengah (KUKM). Ada pula isolasi terpadu dengan Dinas Kesehatan sebab keseluruhan kawasan (Summarecon Bandung) akan dikembangkan menjadi tujuan destinasi wisata baru.
"Pak Wali Kota Bandung nanti akan layangkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar bisa dipahami maksud dan tujuan dari kebutuhan akses tol KM 149. Kalau sudah dipahami maksudnya, mudah-mudahan pemerintah pusat bisa setuju karena ini proyek bersama punya warga Kota Bandung," katanya.
Ia berharap akses exit Tol Padaleunyi KM 149 pada Desember 2021 sehingga bisa terintegrasi dengan rencana Pemkot Bandung membuka destinasi wisata di kawasan Bandung timur. 
"Ini juga sebagai wahana kolaborasi anggaran melalui swadaya masyarakat dan sumbangan swasta serta anggaran pusat, provinsi, dan kota dalam percepat proses pemulihan ekonomi kewilayahan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved