Breaking News:

Menteri Italia Kaget Indonesia Sudah Vaksin 108 Juta Penduduk, Padahal Tak Punya Pabrik Vaksin

Indonesia menempati posisi ke-6 dengan negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia setelah, China, India, Amerika, Brasil dan Jepang.

Editor: Ravianto
clinical trial arena
Ilustrasi vaksin covid-19 Pfizer, Sinovac, Moderna dan AstraZeneca 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, sejumlah negara memuji kemampuan Indonesia dalam menekan laju penularan Covid-19, saat menghadiri rapat pimpinan kesehatan dunia di Italia.

"Untuk mengatasi pandemi mereka juga puji turunnya hebat sekali Indonesia. Tapi saya dengan kerendahan hati saya bilang itu karena kita tim seluruh Indonesia bekerja keras," ujarnya dalam acara Peran Kesehatan Respirasi selama 76 Tahun Indonesia Merdeka yang disiarkan virtual, Kamis (9/9/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, vaksinasi virus Covid-19 baru bakal berlangsung dalam 4 tahapan, dengan mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, vaksinasi virus Covid-19 baru bakal berlangsung dalam 4 tahapan, dengan mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin. (KOLASE TRIBUN JABAR)

Selain itu, laju penyuntikan vaksinasi Covid-19 di Indonesia turut menjadi perhatian Menteri Kesehatan Italia.

"Jadi yang kaget pertama kali adalah menteri kesehatan Italia karena dia kan penduduknya 57 juta, jadi kita sudah menyuntik ke lebih banyak orang dibandingkan Italia, even kita sudah menyusul Jerman dari sisi jumlah orang yang kita kan suntikan," kata Budi.

Indonesia diketahui telah melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 terhadap 108 juta jiwa penduduk.

Indonesia menempati posisi ke-6 dengan negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia setelah, China, India, Amerika, Brasil dan Jepang.

"Sehingga mereka bilang oh bisa juga Indonesia, punya pabrik vaksin apa enggak? Kita nggak punya pabrik vaksin tapi kita lobi semua produsen untuk dapat sebanyak-banyaknya vaksin," ungkap mantan dirut Bank Mandiri ini.

Meski penanganan Covid-19 menunjukan tren positif, Budi mengingatkan semua pihak tidak larut dalam euforia penurunan kasus, sehingga lengah terhadap protokol kesehatan.

"Tapi ya kalau saya lihat setiap kali ada up ada down nya. Justru kita harus rendah hati dan tetap waspada karena kita nggak tahu ini, virus ini unpredictable," imbuh Budi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved