Breaking News:

Macan Gunung Sawal Mulai Beraksi, Kandang Domba di Sindanglaya Ciamis Dipasangi Kawat Berduri

Pemasangan pagar kawat berduri tersebut untuk menjaga agar ternak warga tidak lagi dimangsa macan yang turun dari Gunung Sawal.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Dok BKSDA Wilayah III Ciamis/Tatan Kustandi
Kandang domba milik Mistar di Blok Leungsir Rt 02 RW 01 Dusun Sindanglaya Desa Ciakar Cipaku Ciamis Kamis (9/9) siang dipasang pagar kawat untuk menghindari pemangsaan oleh macan tutul. Pagar kawat dipasang secara bergotong royong. Seekor domba milik Mistar tewas dimangsa macan tutul dengan leher luka terkoyak Sabtu (4/9) lalu. (foto: Dok BKSDA Wilayah III Ciamis/Tatan Kustandi) 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS - Belasan petugas BKSDA Wilayah III Ciamis, aparat desa dan warga,  Kamis (9/9) siang bergotong royong memasang pagar kawat berduri di sekeliling kandang domba milik Mistar di Blok Leungsir  Rt 02 RW 01 Dusun Sindanglaya Desa Ciakara Cipaku Ciamis.

Pemasangan pagar kawat berduri tersebut untuk menjaga agar ternak warga tidak lagi dimangsa macan yang turun dari Gunung Sawal.

Maklum pada hari Sabtu (4/9) lalu, seekor domba peliharaan Mistar ditemukan mati tergeletak di kandang dengan leher koyak diterkam macan.

“Hari ini kami dari BKSDA,  ada 15 orang berikut  aparat desa  dan warga bergotong royong memasang kawat berduri di sekeliling kandang domba Pak Mistar,” ujar Tatan Kustandi, Plh Kasi VI BKSDA Wilayah III Ciamis kepada Tribun Kamis (9/9) siang.

Selain memasang kawat berduri, kandang domba milik Mistar juga diperkuat dan diberi penerangan untuk menghindari kehadiran macan. Juga disiapkan bunyi-bunyian untuk mengusir kedatangan macan.

Pemasangan pagar kawat berduri ini cukup efektif untuk menghindair  ternak domba dimangsa macan. “Cara ini cukup efektif, sudah dicoba di Desa Sukawening, juga masih di sekitar hutan Gunung Sawal,” katanya.

Tatan berharap, warga yang mempunyai kandang ternak di dekat hutan Gunung Sawal diharapkan memasang kawat berduri di sekeliling kandangnya. Kandangnya harus kuat tidak mudah dijebol macan atau binatang buas lainnya.

“ Apa yang kami lakukan hari ini semacam sosialisasi, serta edukasi. Dan ini contoh langsung di lapangan. Kandang domba Pak Mistar dipasang kawat berduri,” ujar Tatan.

Langkah tersebut menurut Tatan sebagai upaya pencegahan konflik bila  macan tutul turun  ke pemukiman.

 “Selain itu juga dilakukan perondaan dan penghalauan. Tidak hanya dengan penguatan kandang dan pemagaran kandang dengan kawat berduri,” katanya.

Sebelumnya Tatan menyebutkan bahwa seekor domba milik Midtar di Blok Leungsir tersebut telah dimangsa oleh macan dari Gunung Sawal. Tapi belum bisa dipastikan apakah yang memangsa domba milik Mistar tersebut macan tutul yang akrab dinamai “Si Abah” atau tidak.

“Belum diketahui pasti apakah yang memangsa domba milik warga di Sidanglaya tersebut si Abah atau bukan,” ujar Tatan (andri  m dani)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved