Breaking News:

Kala Bahasa Sunda Ikut Andil Saat Indonesia Meraih Medali Emas Paralimpiade, ''Servisna ka Luhur''

Saran dalam bahasa Sunda ini memberi andil pasangan ganda campuran Indonesia meraih emas di Paralimpiade Tokyo 2020.

Editor: taufik ismail
Istimewa
Hary Susanto/Leani Ratri Oktila yang memenangi medali emas Paralimpiade Tokyo 2020. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ternyata ada peran bahasa Sunda dalam raihan medali emas pasangan Hary Susanto/Leani Ratri Oktila di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

"Servisna ka luhur, arahna ka awewena."

Kalimat itu dilontarkan oleh Ukun Rukendi (51). Ukun merupakan atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020.

Saat final ganda campuran bulu tangkis kelas SL3-SU5 Paralimpiade Tokyo, Ukun menjadi suporter untuk menyemangati Hary/Laeni.

Ucapan itu tentunya tak dimengerti lawan sehingga memuluskan Hary/Leani untuk meraih medali emas.

Perjuangan ganda campuran ini meraih emas tidaklah mudah.

Keduanya harus berjibaku di lapangan agar bisa menang melawan ganda Prancis Lucas Mazur dan Faustine Noel, di final, Minggu (5/9/2021).

Hary dan Leani memang menang dua gim langsung 23-21, 21-17. Namun mereka mendapat perlawanan sengit dari lawan.

Di gim pertama misalnya, saat interval, Hary/Leani tertinggal 8-11 yang kemudian menjauh menjadi 9-14.

Sebuah pengembalian kok dari Hary di depan area permainan lawan membuat laju perolehan poin pasangan Prancis berhenti.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved