Breaking News:

DPRD Jawa Barat Minta Refocusing Anggaran Untuk Kebutuhan Masyarakat Jangan Disamaratakan

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Faizal Hafan, mengatakan terjadi ketidaksamaan pemotongan anggaran pada program soal pertumbuhan ekonomi

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka Evaluasi Program dan Kegiatan APBD Tahun 2021 dan Rencana¬† APBD Tahun Anggaran 2022 di Dinas Peternakan Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat, Selasa (7/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dampak pandemi Covid-19 terasa pada semua sektor, tak terlewat sisi peternakan dan suplai makanan yang juga mengalami refocusing anggaran seperti di UPTD Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan Ternak di Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Faizal Hafan, mengatakan terjadi ketidaksamaan pemotongan anggaran pada program soal pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19 pada UPTD tersebut yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dirasa penting dibandingkan dengan dinas lain.

“Harusnya mungkin kita melihat dinas yang memang bersentuhan dengan masyarakat pada masa pandemi, salah satu dinas ataupun bagian sektor yang sebenarnya bertahan pada kondisi pandemi tapi justru pemotongan anggarannyan jadi sama rata, kita tidak setuju," katanya di Kabupaten Bandung Barat, Selasa (7/9/2021).

Faizal menyebut seharusnya untuk membangkitkan perekonomian dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dengan makanan yang bergizi.

Hewan yang bagus dirasa tidak terpenuhi, padahal ini momen yang tepat untuk bisa ditingkatkan.

Baca juga: Muncul Varian Baru Covid-19, Jaga Kesehatan, Bersihkan Paru-paru dengan 7 Bahan Alami Ini

Faizal mengungkapkan pihaknya akan fokus pada data yang telah diterima dan akan menyampaikan rekomendasi oleh Komisi II dalam pembahasan anggaran.

“Jadi tadi kita fokusnya adalah meminta semua bahan yang ada disini untuk menyampaikan pengajuan atau pun hal-hal yang hilang, Komisi II akan menyampaikannya pada saat rapat pembahasan anggaran,” kata Faizal.

Lebih lanjut Faizal menjelaskan hal terkait dengan masalah tenaga kerja atau tenaga harian lepas yang yang mengalami pergantian dan belum pastinya tenaga pengganti bisa dapat langsung memahami dan berdaptasi dengan cepat dalam bekerja.

“Kaitan dengan tenaga kerja yang hilang itu banyak di sini. Seperti dokter hewan dan tenaga teknis laboratorium. Kalau mereka yang tadinya sudah belajar panjang kemudian itu semua diberikan dengan orang yang baru dapat bertambah sulit, makanya salah satunya adalah mempekerjakan orang-orang yang memang bekerja lama di sini," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved