Breaking News:

PTM Dimulai, SD Ar-Rafi Larang Muridnya Pakai Transportasi Umum Jadwal Kedatangan Dibuat Berjenjang

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna meninjau secara langsung proses PTM di SD Ar-Rafi di Jalan Sekejati III, Kiaracondong

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Suasana SD Ar-Rafi di Jalan Sekejati III, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Bandung sudah mulai dilakukan dengan diikuti sebanyak 330 sekolah berbagai jenjang, Rabu (8/9/2021). 

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung sekaligus sebagai Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna meninjau secara langsung proses PTM di SD Ar-Rafi yang berada di Jalan Sekejati III, Kecamatan Kiaracondong

Wakil Kepala SD Ar-Rafi, Iis Siti Aisyah mengungkapkan sekolahnya ini pada Juni lalu telah menjadi percontohan dengan mengikuti simulasi, sehingga hari ini menjadi pelaksanaan tahap kedua PTM.

Persiapan pada tahap pertama, Iis mengakui sudah hampir 100 persen sehingga berdampak pada diizinkannya SD Ar-Rafi untuk PTM di tahap kedua ini atas seizin dinas, kecamatan, dan puskesmas.

"Tahap kedatangan (siswa) kami buat berjenjang waktunya, semisal dalam sehari kami undang tiga kelas, seperti kelas 3 pukul 07.30, kelas 5 pukul 08.00, dan kelas 6 pukul 08.30 WIB. Otomatis pembelajaran itu beda setengah jam," katanya. 

Adapun terkait kepulangan, Iis menerangkan pihaknya menyiapkan tempat untuk parkir orangtua murid, karena khawatir kalau masuk ke area sekolah akan terjadi penumpukan.

"Nanti kami akan data siapa orang tua murid yang siap menjemput maka akan dipanggil per lima kendaraan. Kami juga sudah siapkan peralatan-peralatan protokol kesehatan, semacam termogun, hand sanitizer, masker cadangan, dan tempat cuci tangan," ujarnya.

Dalam PTMT hari ini, kata Iis SD Ar-Rafi miliki lima rombel dengan sekali kedatangan sebanyak 20-25 siswa, sehingga dengan kapasitas 50 persen yang diperbolehkan, sehari bisa ada 150-155 siswa.

"Jumlah siswa totalnya ada 638 orang tapi yang diizinkan sebanyak 496 siswa sisanya lakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kami belajar sistemnya blended learning. Mereka belajar sama dengan jam yang sama. Sehari hanya dua jam dengan dua pelajaran. Sebelum pandemi kami fullday school," katanya.

Hari pertama PTM, Iis menyebut siswa diberikan pembekalan terkait menjaga protokol kesehatan dan pola hidup sehat juga bersih, serta memotivasi anak karena selama dua tahun ini mereka di rumah dan tentu tingkat kejenuhannya tinggi.

"Tugas kami meningkatkan motivasi belajar. Biasanya kan anak itu merasa canggung seperti di awal-awal mereka masuk selolah. Guru-guru di sini sudah semua divaksin meski ada beberapa yang memang miliki penyakit bawaan," katanya.

Ketika disinggung terkait persentase orangtua murid yang setuju adanya PTM, Iis menyebut ada sebanyak 85 persen. Mayoritas siswa di SD Ar-Rafi diantarkan orangtuanya dan pihak sekolah tidak mengizinkan siswa menggunakan transportasi umum, kalau pun menggunakan ojeg harus yang tetap. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved