Breaking News:

Gadis Kelas 5 SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Hamil Hingga 6 Bulan, Alami Depresi

Gadis kelas 5 SD yang menjadi korban pelecehan ayah tiri kini mengalami depresi

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Siti Fatimah
Istimewa
ILUSTRASI pelecehan 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya turun tangan mendampingi proses hukum dan pemulihan korban pelecehan seksual yang dilakukan ayah tiri korban di Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya Ato Rinarno mengatakan saat ini kondisi korban mengalami depresi sehingga harus segera ditangani.

"Kita bekerjasama dengan P2TP2A Garut akan melakukan pendampingan proses hukum tapi yang lebih penting adalah pemulihan korban terlebih dulu, kondisi hari ini memang korban harus segera dipulihkan," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id melalui sambungan telepon, Selasa (7/9/2021) sore.

Baca juga: Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Disambut Meriah saat Bebas Bisa Picu Korban Kekerasan Takut Bicara

Ato menjelaskan dalam waktu dekat pihaknya akan segera melihat kondisi korban dan lingkungan keluarganya untuk melakukan identifikasi sebelum proses pemulihan.

Menurutnya tidak hanya korban yang harus dipulihkan melainkan kondisi lingkungan dimana korban berada, seperti lingkungan keluarga korban

"Pemulihan itu yang harus dipulihkan bukan anaknya saja tapi juga ada faktor pendukung seperti keluarga dan lingkungan," ungkapnya.

Jika kondisi lingkungan korban tidak memungkinkan, korban akan dievakuasi dari lingkungannya untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan.

Baca juga: Pelecehan Seksual di Kantor ke Wanita Muda, Kasi di BPN Tasikmalaya Sudah Bisa Tersangka

Sebelumnya diberitakan korban yang masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar itu menjadi korban pencabulan oleh ayah tirinya sendiri sehingga menyebabkan korban hamil.

Kejadian itu ketahuan oleh bibi korban yang curiga lantaran korban tidak kunjung datang bulan sejak bulan April lalu.

Saat korban dibawa ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan, alangkah kagetnya saat ia mengetahui keponakannya itu sedang mengandung enam bulan.

Setelah pihak keluarga mengetahui korban sedang mengandung enam bulan, korban kemudian didesak agar mengakui siapa yang telah menghamilinya.

Baca juga: Wanita Muda di Tasikmalaya ini Lapor Polisi, Alami Pelecehan Seksual di Dekat Ruangan Atasan

Korban pun akhirnya mengaku bahwa yang menghamilinya adalah ayah tirinya sendiri.

Kemudian pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyuresmi dan pelaku berhasil diamankan polisi saat sedang berada di rumahnya.

Pelaku kini sudah diamankan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya itu.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved