Doa Harian
Bulan Safar Sering Disebut Bulan Sial, Rasulullah Peringatkan Bahaya Syirik, Dianjurkan Baca Doa Ini
Sejak zaman Jahiliyah kerap diyakini Bulan Safar adalah bulan sial dan banyak musibah. Rasulullah beri peringatan tentang syirik anjurkan baca doa ini
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
TRIBUNJABAR.ID - Sejak zaman Jahiliyah, Bangsa Arab kerap meyakini Bulan Safar adalah bulan sial dan banyak musibah.
Tak terkecuali hal ini pun dianggap sebagian warga Indonesia.
Seperti munculnya khurafat dan keyakinan lainnya seperti menghindari pernikahan, aqikah dan bepergian saat Bulan Safar.
Sementara itu dalam Islam, menganggap bulan tertentu tertentu sial hukumnya syirik.
Perbuatan syirik adalah itikad menyamakan sesuatu selain Allah atau menyekutukan Allah.
Termasuk memalingkan bentuk ibadah dan ketentuan selain hal yang ditentukan Allah SWT.
Baca juga: Bacaan Doa Sebelum Belajar, Dibaca Awali Pembelajaran Tatap Muka, Tutup dengan Doa Sesudah Belajar
Diketahui perbuatan syirik adalah satu di antara dosa besar yang tak diampuni Allah SWT.
Allah SWT telah berfirman dalam Al Quran Surat An Nisa : 48.
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
Yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa : 48).
Dalam ayat tersebut dijelaskan, seseorang berjumpa Allah dalam keadaan musyrik maka tidak ada harapan baginya untuk mendapatkan ampunan Allah.
Tempat mereka kembalinya mereka sudah dipastikan masuk dalam neraka dan dia akan kekal di dalamnya.
Demikian, dalam hal menggap Bulan Safar sebagai bulan sial, Rasulullah SAW sudah memperingatkan umatnya agar tak percaya akan adanya bulan sial tersebut.
Rasulullah tidak sama sekali membenarkan menganggap Bulan Safar sebagai bulan sial.
Hal ini pun pernah disampaikan Rasulullah SAW, beliau bersabda
“Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan Bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa.” (HR. Bukhari).
“Tiada kejangkitan, dan juga tiada mati penasaran, dan tiada juga Safhar”, kemudian seorang badui Arab berkata:
“Wahai Rasulullah SAW, onta-onta yang ada di padang pasir yang bagaikan sekelompok kijang, kemudian dicampuri oleh Seekor onta betina berkudis, kenapa menjadi tertular oleh seekor onta betina yang berkudis tersebut ?”.
Kemudian Rasulullah SAW menjawab: “Lalu siapakah yang membuat onta yang pertama berkudis (siapa yang menjangkitinya)?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kemudian Rasulullah SAW bersabda,
“Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim)
Musibah maupun kesialan seseorang sebagaimana terkandung dalam rukun Iman untuk meyakini qada dan qadar.
Baca juga: Doa-doa Meminta Hikmah saat Dihadapkan Masalah dalam Hidup, Doa Mustajab Dibaca setelah Salat Fardu
Demikian, perlu diyakini bahwa Bulan Safar seperti bulan biasanya.
Dari penjelasan hadis dan peringatan Rasulullah SAW di atas, maka hindari perbuatan syirik yang menyimpang keimanan.
Termasuk menganggap Bulan Safar sebagai bulan sial atau penuh dengan musibah.
Untuk menghindari perbuatan syirik itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa agar terhindar dari perasaan dan perbuatan syirik tersebut.
Hal ini sebagaimana pernah diriwayatkan dalam hadis.
“Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang dipalingkan dari keperluannya oleh perasaan bernasib sial maka sungguh dia telah berbuat syirik.”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apa penebus perasaan itu”, beliau menjawabnya.
Rasulullah SAW mengajarkan doa doa agar terhindar dari perasaan dan perbuatan syirik tersebut.
Berikut bacaan doanya:
“Allahumma laa khaira illa khairuka wa laa thaira illa thairuka wa laa ilaaha ghairuka”
(Wahai Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikan-Mu, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang engkau takdirkan dan tidak ada sembahan selain-Mu).” (HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1065).
Demikian, karena perasaan akan takhayul kerap membayangi hati manusia, maka dapat dibaca doa agar terhindar dari perbuatan syirik ini sebagai doa harian.
Selain dibaca ketika menyadari khilaf muncul perasaan takhayul, baca doa tersebut setelah melakukan ibadah setelah salat dalam zikir.
Baca juga: Doa-doa Agar Terhindar dari Fitnah Termasuk Fitnah Dajjal, Dibaca Ketika Tasyahud atau Ketika Wirid

Keutamaan Bulan Safar
Di balik posisinya yang kerap disalah-artikan sebagai bulan sial, sejatinya Bulan Safar sama seperti bulan mulia lainnya.
Bulan Safar juga merupakan satu di antara bulan istimewa untuk meraih banyak pahala.
Seperti bulan lainnya, Bulan Safar merupakan bulan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.
Ada banyak keutamaan Bulan Safar dan amalan yang dapat dikerjakan di bulan tersebut.
Berikut ini Tribunjabar.id himpun beberapa keutamaan Bulan Safar dan amalan yang dapat dikerjakan sesuai anjuran Rasulullah SAW.
1. Meningkatkan ketakwaan
Seorang muslim lazimnya berupaya menjadi pribadi yang lebih baik di setiap waktunya.
Sekalipun sudah baik, untuk menjadi taat dan lebih baik adalah ibadah abadi yang dikejakan manusia.
Muslim khususnya diperintahkan untuk menjunjung tinggi nilai ketauhidan dan menjauhi khurafat, (mitos atau dugaan).
Baca juga: 3 Doa Muawwidzat, Disebut Doa Ruqyah, Doa Harian yang Tak Boleh Dilewatkan, Dibaca Sebelum Tidur
2. Memperbanyak zikir
Amalan berzikir sebenarnya tak pernah lepas dikerjakan setiap saat.
Berzikir adalah akikatnya menjadi kewajiban umat muslim.
Sebagaimana termaktub dalam Ummul Quran dan bacaan doa lainnya.
“Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan dan berat di timbangan: (yaitu bacaan) subhaanallah wabihamdihi subhaanallahil adzim.” (HR Bukhari).

3. Salat Duha
Selain salat Fardu lima rakaat, muslim sangat dianjurkan melaksanakan Salat sunnah Rasulullah.
Salah satunya adalah salat Duha.
Tentu saja mengerjakan amalan salat Duha dapat dilakukan di Bulan Safar maupun bulan lainnya.
Terdapat keutamaan bagi muslim yang melaksanakan salat Duha.
Rasulullah SAW bersabda :
“Salat Duha itu salat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim).
4. Salat Berjemaah
Bagi kaum adam, Salat berjemaah di Masjid hendaknya menjadi muakkad.
Pasalnya keistimewaan melaksanakan Salat berjemaah di Masjid mendapatjan pahala 27 kali lipar dari salat sendirian.
5. Membaca Al Quran
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali.” (HR. At Tirmidzi dan At Thabrani).
Oleh karena itu amalan membaca Al Quran menjadi amalan yang sangat dianjurkan dikerjakan muslim hakikatnya setiap saat.
Nah, itulah beberapa amalan yang dapat dikerjakan pada Bulan Safar.
Masih banyak amalan lainnya yang dapat dikerjakan muslim.
Seperti berpuasa sunnah, memanjatkan Shalawat Nabi, bersedekah dan lain sebagainya.