Breaking News:

Gantang di Bukit 21 Berhenti Saat PPKM, Mulai Berkontes Lagi dengan Prokes Ketat

Tribunjabar.id -  BANTROK (komunitas kicau mania cucak ijo) tak tertinggal ikut gantang (kontes burung) di Taman Bukit 21 Kompleks Bukit Mekar Indah

Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUN JABAR/JANUAR P Hamel
Mereka ikut gantang (kontes burung) di Taman Bukit 21 Kompleks Bukit Mekar Indah RW021, Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (22/9). 

Tribunjabar.id -  BANTROK (komunitas kicau mania cucak ijo) tak tertinggal ikut gantang (kontes burung) di Taman Bukit 21 Kompleks Bukit Mekar Indah RW 021, Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (22/8).

Taman Bukit 21 kerap dijadikan arena kontes burung. Kontes itu pelaksanaannya sempat terhambat kerena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tak hanya Bantrok, komunitas pecinta burung lainnya juga ikut serta dalam gantang tersebut, seperti pecinta murai batu.

Yudi dan Gugun, pantia gantang  di Taman Bukit 21 Kompleks Bukit Mekar Indah RW 021, Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (22/8).
Yudi dan Gugun, pantia gantang di Taman Bukit 21 Kompleks Bukit Mekar Indah RW 021, Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (22/8). (TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL)

Saat hari Minggu itu, panitia menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam acara tersebut. Para peserta dibatasi dan mereka harus menggunakan masker.

Di pintu arena panitia menyediakan tempat cuci tangan bagi peserta yang akan masuk ke arena.

"Kami memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk kelancaran Gantang ini," kata salah seorang panitia Gantang, Yudi (44) di Taman Bukit 21 Kompleks Bukit Mekar Indah RW0 21, Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu.

Ketua Oriq Jaya DPC Garut, Misbach, pun menegaskan gantang yang diselenggarakannya selalu mematuhi protol kesehatan yang diterapkan pemerintah. "Kami tidak pernah longgar," katanya.

Menurut Yudi selama PPKM kegiatan kontes burung di bukit itu dihentikan.

"Kami libur panjang. Selama PPKM, sekarang baru jalan," kata Gugun (38), panitia lainnya.

Dalam gantang, juri-juri menilai irama dan lagu, volume dan suara, serta fisik dan gaya. Juri yang memberikan penilaian harus benar-benar paham dengan cara penilaiannya.

Menurut Gugun, gantang di sana selalu menggunakan juri dari luar kota, seperti dari Garut, Majalengka, atau Tasikmalaya.

"Kami mendatangkan juri dari luar daerah supaya penilaiannya netral," kata Yudi. (januar p hamel)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved