Breaking News:

Kembali Tampil di Publik, Kim Jong Un Tampak Lebih Kurus, Soroti Bahaya Perubahan Iklim

Kim Jong-un kembali tampil di publik untuk menyerukan tentang perubahan iklim, tapi perawakannya terlihat kurus dan bikin salah fokus.

AP
FOTO KIRI - Kim Jong-un dan Hyong Song-wol. FOTO KANAN : Kim Jong-un dan adik perempuannya, Kim Yo-jong. 

TRIBUNJABAR.IDKim Jong Un kembali tampil di publik untuk menyerukan tentang perubahan iklim, tapi perawakannya terlihat kurus dan bikin salah fokus.

Pakaian yang dikenakan Kim Jong-un terlihat longgar, bahkan sangat terlihat di bagian wajah, dagunya yang biasa tertutup lipatan lemak jadi agak menyusut.

Meski sempat salah fokus pada penampilannya yang berubah di acara The Ruling Party's Politburo, namun Kim Jong-un muncul untuk menyerukan tentang perubahan iklim yang kini menjadi perhatiannya.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, meminta para pejabatnya untuk menyoroti bahaya perubahan iklim.

Baca juga: Pemimpin Korut Kim Jong Un Sampaikan Pesan untuk Jokowi dan Rakyat Indonesia

Dikutip dari bbc.com,  topan pada tahun lalu berdampak buruk pada tanaman-tanaman penting, lalu terjadi kekeringan selama berminggu-minggu diikuti oleh hujan monsun yang lebat telah merusak segalanya.

Kim Jong-un mengatakan, diperlukan langkah-langkah untuk mengatasi "iklim yang tidak normal".

Ia juga meminta para pejabatnya untuk menyorot masalah ini lebih serius dan mencari solusi yang efektif untuk mengatasi kekeringan dan banjir. Begitulah komentarnya dalam pidato pada hari Kamis lalu.

Mr. Kim mengatakan bahwa bahaya perubahan iklim menjadi lebih tinggi dalam beberapa tahun terakhir, dan ia menambahkan bahwa "tindakan mendesak" perlu diambil.

Kim juga menyerukan tentang perbaikan infrastruktur pengelolaan banjir negara Korea Utara dengan berkata, "Perbaikan sungai, penghijauan untuk pengendalian erosi, pemeliharaan tanggul, dan proyek tanggul pasang haruslah diprioritaskan.”

Terlepas dari kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam, ekonomi Korea Utara telah terpukul keras oleh sanksi internasional serta kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Meskipun Korea Utara belum melaporkan kasus Covid-19, namun mereka memilih menutup perbatasannya, dan memberlakukan kebijakan lockdown.

Kebijakan lockdown Korea Utara ini telah mempengaruhi impor penting dari China.

Baca juga: Presiden Korut Kim Jong Un Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia, Ini Isi Pesan untuk Jokowi

"Memperketat pencegahan epidemi adalah tugas terpenting yang tidak boleh dilonggarkan bahkan dalam situasi seperti sekarang," kata Mr. Kim.

Awal pekan ini, PBB mengatakan Korea Utara telah menolak tawaran hampir tiga juta vaksin Covid-19.

Juru bicara pemerintahan negara itu mengatakan telah meminta agar suntikan vaksin tersebut dipindahkan ke negara-negara yang terkena dampak lebih parah mengingat kekurangan vaksin global. (bbc.com/Tiara)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved