Breaking News:

Dua Motif Perampasan Nyawa Amalia di Subang Terbantahkan, Kriminolog Sebut Kasus 340 Selalu 3 Motif

Sudah dua pekan lebih kasus perampasan nyawa Amalia Mustika Ratu (24) dan ibunya, Tuti (55) di Kabupaten Subang belum terungkap.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Dwiki MV
Suasana terkini Satreskrim Polres Subang tempat pemeriksaan klarifikasi lanjutan kepada sejumlah saksi, Selasa (31/8/2021) malam. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Sudah dua pekan lebih kasus perampasan nyawa Amalia Mustika Ratu (24) dan ibunya, Tuti (55) di Kabupaten Subang belum terungkap.

Keduanya ditemukan tewas pada 18 Agustus 2021. Mayatnya ditumpuk di bagasi mobil mereka yang diparkir di halaman rumah.

Kriminolog Unpad, Yesmil Anwar menduga bahwa kasus ini merupakan jenis pembunuhan berencana. Karenanya, yang harus ditelusuri adalah potensi motif perampasan nyawa yang dilakukan.

Terlebih dalam setiap kasus pembunuhan berencana atau kasus 340, selalu terkait dengan tiga motif utama yang menyertainya. yaitu motif hubungan sosial, seperti asmara, lalu, motif kekuasaan, dan harta.  

Kasus 340 mengacu pada Pasal 340 KUH Pidana yang mengatur tentang pembunuhan berencana. Ancaman pidananya minimal 20 tahun penjara, seumur hidup dan maksimal pidana mati. 

"Ketiga motif tadi selalu menjadi latarbelakang dari orang melakukan tindak kejahatan. Dengan demikian maka pihak kepolisian harus menelusuri kemungkinan dari ketiga motif tersebut," kata Yesmil Anwar saat dihubungi pada Jumat (3/8/2021).

Dia meyakini polisi sudah menelusuri tiga motif tersebut. 

"Apakah ada kaitannya dengan masalah finansial, kekuasaan, atau hubungan sosial antara korban dengan pelaku, termasuk karakter korban dengan orang lain semasa hidupnya," ucapnya.

Meskipun pendekatan motif jadi cara klasik, tapi hal itu dalam ilmu kriminologi tetap menjadi penting untuk dilakukan. Sehingga temuan alat bukti, hasil pemeriksaan forensik, dan dugaan motif ini menjadi satu rangkaian dalam upaya menguak sebuah kasus pembunuhan.

Baca juga: Bupati Banjarnegara Tersangka KPK, Sempat Jadi Bandar Narkoba dan Viral Salah Sebut Nama Menteri

"Kecuali, apabila pelaku sudah terbuka, maka pendalaman motif menjadi nomor dua, yang penting faktanya sudah jelas atau tidak," ujar Yesmil.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved