Dua Kebakaran di Kuningan, Ribuan Ayam Pedaging Terbakar Hidup-hidup, Jumadi Kehilangan Rumah
Ribuan ayam pedagang terjebak dalam kandang saat api membakar kandang di Dusun 3 Desa Sumba Keeling, Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mega Nugraha
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Ribuan ayam pedagang terjebak dalam kandang saat api membakar kandang di Dusun 3 Desa Sumba Keeling, Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan pada Jumat (3/9/2021).
Ribuan ayam pedaging itu kemudian terbakar hidup-hidup di dalam kandang.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Khadafi menerangkan, sebelum peristiwa itu, pemilik kandang sedang menyalakan oven bridingan untuk penghangat ayam DOC di dalam kandang hingga pukul 22.00 wib.
“Setelah semua pekerjaan beres termasuk memberi pakan, pemilik meninggalkan kandang dan beristirahat pulang ke rumah tidak jauh dari kandang," ucap Khadafi saat dihubungi Tribun pada Sabtu (4/9/2021).
Hal tak diduga pada sekitar pukul 22.30 WiB, pemilik kandang melihat api sudah membesar dan kobaran api menghanguskan ribuan ayam dan bangunan serta peralatan kandangan.
“Dari kebakaran tadi, total kerugian Rp 94.500.000,” katanya.
Baca juga: 16 Atlet Kuningan yang akan Berlaga di PON Digugah Semangatnya oleh Bupati, Berlatih di Pangandaran
Sementara itu, di hari yang sama, rumah pasangan Jumadi (55) Ny Nani suryani (52) di RT 34 RW 05 Dusun Kopeng, Desa Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan turut bernasib sama. Keduanya buruh harian lepas.
Kebakaran yang mengahabiskan rumah milik buruh di Desa Darma itu kuat dugaan dari tungku yang masih memiliki bara.
“Mungkin teriup angina dan di samping tungku ada kayu bakar, jadi api cepat membesar hingga terjadi kebakaran,” katanya.
Keterangan lain berdasarkan saksi warga, yakni Asep Saepudin (42) sekaligus Kadus Blok Kopeng desa setempat mengutarakan, sekitar pukul 20.30 wib pemilik rumah Ny Nani Suryani (52) sedang menghangatkan makanan di dapur dengan menggunakan tunggu yang berdekatan dengan tumpukan kayu kering.
Kemudian pemilik rumah melaksanakan salat Isya dan sekitar pukul 21.00 wib, atau saat pemilik rumah kembali ke dapur.
“Kondisi dapur sudah dalam keadaan terbakar, pemilik rumah berteriak meminta bantuan tetangga dan segera membangunakan penghuni rumah, yang sedang tertidur untuk segera keluar rumah,” katanya.
Melihat kobaran api tadi, Khadafi mengulas bahwa sejumlah warga berusaha memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun api semakin membesar merambat ke bangunan lainnya.
“Persis pada pukul 21.20 warga melapor ke Kantor UPT Pemadam Kebakaran. Bersamaan itu, 5 anggota dan 1 randis Damkar dari regu 2 langsung berangkat dan langsung memadamkan kobaran api tersebut,” katanya.
Kobaran api berhasil di padamkan pada pukul 22.30 wib. Persitiwa kebakaran tadi membuat sebagian bangunan rumah dapat diselamatkan seluas 79 meter persegi.
“Total kerugian dari musibah kebakaran tadi, ditaksir sekitar Rp. 94 juta,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kebakaran-1.jpg)