Tidak Ada Kekeringan dan Kebakaran Hutan Saat Musim Kemarau Tahun Ini di KBB, Ini Penyebabnya

BPBD KBB belum mendapat laporan adanya daerah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
ILUSTRASI - Rumah makan terapung di Waduk Saguling tak lagi berada di atas air saat musim kemarau. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum mendapat laporan adanya daerah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Berdasarkan data BPBD KBB, biasanya saat musim kemarau seperti saat ini, ada tiga kecamatan yang rawan terjadi kekeringan.

Ketiga kecamatan itu yakni Kecamatan Ngamprah, Padalarang, dan Kecamatan Cipatat.

Imbasnya sempat terjadi krisis air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo, mengatakan, faktor yang memengaruhi tidak adanya kekeringan pada musim kemarau tahun ini karena saat ini kondisinya kemarau basah.

"Memang sekarang musim kemarau, tapi ada saja turun hujan. Jadi, sampai saat ini tidak ada laporan kekeringan," ujarnya saat ditemui di Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jumat (3/9/2021).

Kendati demikian, pihaknya siap menyuplai air bersih jika ada warga yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Biasanya, air bersih tersebut disalurkan langsung kepada warga menggunakan mobil tangki milik BPBD.

"Tapi sampai saat ini juga belum ada permintaan suplai air bersih, sehingga kita juga belum melakukan hal itu (penyaluran)," kata Duddy.

Selain tidak mendapat laporan terkait kekeringan, pihaknya juga tidak menerima laporan kebakaran hutan yang biasanya terjadi di sejumlah wilayah di Bandung Barat.

Kebakaran hutan tersebut biasanya kerap terjadi di hutan milik Perhutani, yakni hutan di Kecamatan Cisarua, Lembang, dan Cipatat.

Namun, di daerah tersebut hingga saat ini tidak terjadi kebakaran sama sekali.

"Kebakaran hutan juga nihil, karena itu tadi, kemaraunya basah, tidak terjadi kemarau panjang seperti tahun-tahun sebelumnya," ucapnya.

Hanya saja, pihaknya akan tetap melakukan antisipasi terkait kedua bencana tersebut, termasuk hidrometeorologi agar tidak warga yang terdampak musim kemarau.

"Keduanya kita akan antisipasi meskipun tidak ada kekeringan. kKalau dulu, kita kan sampai drop air ke beberapa kecamatan karena banyak warga yang krisis air bersih," ucap Duddy. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved