Breaking News:

Doa Harian

Inilah 4 Kesalahan yang Sering Dilakukan ketika Salat Jumat, Perbuatannya Bikin Amalan Jadi Sia-sia

Berikut inilah beberapa kesalahan yang dilakukan ketika salat Jumat, padahal terlarang dilakukan.

Editor: Hilda Rubiah
wasapninworld / bincangsyariah.com
ilustrasi hari Jumat 

نهى عنها لأنها تجلب النوم فتعرض طهارته للنقض، ويمنع من استماع الخطبة

“Perbuatan ini dilarang, karena ini bisa menyebabkan ngantuk, sehingga bisa jadi wudhunya batal, dan terhalangi mendengarkan khutbah.” (al-Majmu’, 4/592)

Niat Bersihkan Masjid Saat Jumatan, Mahasiswa KKN di Parepare Ini Meninggal Dunia Setelah Terpleset

3. Berbicara ketika khotbah jumat

Ketika imam berkhotbah adab ketika melaksanakan salat Jumat ini kerap kali diabaikan.

Jemaat dilarang berbicara ketika khotbah Jumat, hal ini mesti diperhatikan.

Larangan ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

“Barangsiapa yang berwudhu, lalu memperbagus wudhunya kemudian ia mendatangi (salat) Jumat, kemudian (di saat khotbah) ia betul-betul mendengarkan dan diam, maka dosanya antara Jumat saat ini dan Jumat sebelumnya ditambah tiga hari akan diampuni. Dan barangsiapa yang bermain-main dengan tongkat, maka ia benar-benar melakukan hal yang batil (lagi tercela) ” (HR. Muslim no. 857)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, Hadis di atas menunjukkan larangan berbicara dengan berbagai macam bentuknya ketika imam berkhotbah.

Puasa Ayyamul Bidh Masih Berlangsung, Berikut Bacaan Niat Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Hal itu juga termasuk bagi jemaah lainnya yang menegur jemaah lain yang berbicara ketika khotbah.

Menurutnya menanggapi orang yang melakukan larangan berbicara itu cukup dengan diam atau isyarat.

Larangan berbicara ini pun dijelaskan oleh dua Imam besar Imam Maliki dan Abu Hanafi.

Keduanya berpendapat wajib diam saat khotbah.

Menurut Imam Syafi'i dan Imam Maliki, dilarang berbicara ketika khotbah adalah ketika imam bekhotbah saja.

Sementara Abu Hanifah menyatakan wajib diam sampai imam keluar (Syarh Shahih Muslim, 6: 138-139).

4. Sibuk dengan hal-hal yang sia-sia

Larangan lainnya yang harus diperhatikan ketika salat Jumat adalah menghindari hal-hal yang sia-sia.

Jemaah hendaknya tak sibuk memainkan barang-barang di sekitar.

Semisal memainkan biji tasbih, penutup kepala, termasuk handphone.

Namun tentu saja tertidupun sangat dilarang.

Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ، فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ، غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ، وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ، وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

“Barangsiapa yang berwudhu dan memperbagus wudhunya, kemudian mendatangi salat Jumat, dia mendengarkan khotbah dan diam (ketika mendengarkan khotbah), maka akan diampuni dosanya sampai Jumat berikutnya dan ditambah tiga hari. Siapa saja yang menyentuh kerikil, maka sungguh dia telah berbuat sia-sia.” (HR. Muslim no. 857)

Dalam riwayat Tirmidzi juga menambahkan,

ومن لغا فلا جمعة له

“…barangsiapa berbuat sia-sia, maka tidak ada pahala salat Jumat untuknya.” (Imam Tirmidzi berkata: hadis ini hasan shahih. Para ulama hadis lainnya menilai hadis ini dha’if, hanya saja maknanya benar).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved