Breaking News:

Dalam Keadaan Darurat, Siti Andalkan Program JKN-KIS

Siti Sadiyyah (35) harus merasakan kejadian gawat darurat akibat sang anak menderita sakit muntaber sehingga harus dilarikan ke IGD RS UKM

Editor: bisnistribunjabar
Peserta JKN-KIS Siti Sadiyyah (35) 

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Kejadian gawat darurat dalam pelayanan kesehatan dapat menimpa setiap orang kapan saja dan tanpa diketahui sebelumnya, seperti yang baru-baru ini dialami oleh salah satu anggota keluarga dari Siti Sadiyyah (35). Warga Kampung Bojong Gajah Mekar, Kuta Waringin Kabupaten Bandung ini harus merasakan kejadian gawat darurat akibat sang anak yang bernama Muhammad Ibtihaj (1) menderita sakit muntaber sehingga harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Unggul Karsa Medika (RS UKM).

Saat ditemui oleh tim Jamkesnews.com pada Senin (30/08) di ruang perawatan Ciwalagri RS UKM, Siti menceritakan bahwa anaknya mulai merasakan sakit perut yang disertai dengan muntah dan diare sejak duau hari lalu. Karena tak kunjung membaik, akhirnya ia melarikan sang anak ke IGD RS UKM untuk mendapatkan penanganan segera.

“Anak saya dirawat di sini sudah 3 hari. Sebelumnya dia muntah-muntah dan diare karena tak kunjung berhenti sehingga sabtu pagi saya langsung larikan ke IGD," kata peserta JKN-KIS kelas 2 ini.

Selama dirawat di sini, Siti mengungkapkan bahwa mendapatkan pelayanan yang sangat baik sekali tanpa dibeda-bedakan antara peserta JKN-KIS dengan pasien umum.

"Alhamdulillah, anak saya saat dibawa ke IGD langsung ditangani, setelah itu baru administrasinya. Awalnya saya tidak membawa kartu JKN-KIS anak saya, untungnya di bagian administrasi RS UKM ini ada petugas yang membantu melakukan pengecekan kepesertaan JKN-KIS dengan mengunakan apikasi Mobile JKN," kenangnya.

Siti bercerita bahwa perawat dan dokter yang menangani anaknya juga sangat ramah karena setiap informasi sekecil apapun mengenai perkembangan kesehatan anaknya selalu dikomunikasikan.

"Perawat disini sangat ramah dan dokter Melisa selalu menjelaskan kebutuhan anak saya sesuai dosisnya contohnya anak saya dikasih obat demam karena memang panas akibat pengaruh dari infeksinya," terang Siti.

Siti juga mengatakan bahwa anaknya diberikan obat yang sesuai, sehingga tidak perlu mengeluarkan uang lagi karena seluruhnya dijamin oleh BPJS Kesehatan.

"Saya sangat bersyukur sekali anak sudah menjadi peserta JKN-KIS, karena kalau menjadi peserta umum pastinya biaya pengobatannya sangat mahal apalagi disaat kondisi sulit seperti saat ini. BPJS Kesehatan sangat terasa sekali membantunya, cukup dengan menunjukkan bahwa sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pasti dilayani," ujarnya.

Ia juga mengaku bukan hanya kali ini memanfaatkan Program JKN-KIS, pernah beberapa waktu yang lalu saat kakak Ibtihaj sakit pernah juga dirawat di Rumah Sakit Umum Santosa Kopo. Dirinya bersyukur bahwa selama ia mendapatkan pelayanan menggunakan JKN-KIS, dirinya selalu mendapatkan pelayanan yang baik dan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Di penghujung perbincangannya, dirinya mengungkapkan rasa terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan rumah sakit yang telah membantu dalam keadaan darurat.

"Terima kasih banyak kepada rumah sakit yang sigap membatu anak saya dan BPJS Kesehatan yang telah menjamin kesehatan keluarga kami," pungkas Siti. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved