Breaking News:

Bah Udju, Pegiat Literasi yang Rutin Bersepeda Keliling Kampung Dapat Bantuan dari Disdik Purwakarta

Seorang kakek berusia 74 tahun di Kampung Ngenol, Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, telah menginspirasi banyak orang.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/IRVAN MAULANA
Djudju Djunaedi (74) yang biasa disapa Bah Udju, pegiat literasi dengan bersepeda keliling kampung di Kampung Ngenol, Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Seorang kakek berusia 74 tahun di Kampung Ngenol, Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, telah menginspirasi banyak orang.

Seorang kakek yang bernama Djudju Djunaedi atau Bah Udju merupakan penggiat literasi yang rutin mengayuh sepeda setiap akhir pekan dari kampung ke kampung hanya untuk menjajakan buku bacaan dengan tujuan mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak agar bisa membaca.

Atas jerih payahnya tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta telah menyalurkan bantuan berupa buku, rak buku, sembako dan sejumlah uang tunai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto mengatakan, awalnya Bah Udju mendatangi kantor dinas pendidikan menjelang 17 Agustus kemarin, ia meminta rak buku untuk menyimpan buku-bukunya.

"Bah Udju kemarin ke kantor, minta rak katanya sudah rusak. Dan saya berjanji kemarin akan kesini, kendalanya rak buku pada rusak hari in saya nganterin rak, sama sembako dan sedikit bantuan uang tunai," ujar Purwanto kepada awak media usai menemui Bah Udju, Jumat (3/9/2021).

Purwanto menilai apa yang dilakukan Bah Udju merupakan hal yang sangat mulia, kendati demikian kendala perkembangan diakui menghambat minat baca anak.

"Kalau sekarang mungkin berbeda yah, tapi bagaimanapun literasi itu bukan hanya membaca buku, sekarang ada namanya literasi digital. Jadi saya harap orang tua juga membimbing anaknya agar memanfaatkan hape untuk keperluan positif dalam hal ini membaca juga bisa dari hape literasi digital," kata dia.

Terpisah, Bah Udju mengatakan, dirinya memang mendirikan perpustakaan secara mandiri, meski dengan penuh keterbatasan ia tetap menjalankan perpustakaannya tersebut tanpa merepotkan pihak pemerintah.

"Kebetulan kalau sama dinas, Abah memang rak nya rusak, jadi minta sama dinas itu juga sudah janji," ujar Bah Udju.

Bah Udju berharap, apa yang ia kerjakan saat ini bisa terus berjalan hingga ia tutup usia.

"Sekarang Abah hanya ingin perpustakaan ini berjalan, anak-anak juga bisa belajar membaca," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved