Breaking News:

Coba Mulai Besok, Olahraga Tak Cuma Baik Bagi Tubuh, Tapi Bisa Cegah Masalah Kesehatan Serius Ini

Dengan berolahraga maka tubuh akan menurunkan kondisi kortisol secara akut

Editor: Siti Fatimah
coffeekai
Ilustrasi olahraga 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sudah banyak diketahui kalau olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Olahraga rutin juga memberikan banyak keuntungan, salah satunya bisa menghindari seseorang dari penyakit.

Salah satunya penyakit kegemukan atau obesitas.

Dikutip dari laman resmi Unair yang ditulis oleh Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes, disebutkan kegemukan (obesitas) merupakan suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang berlebihan dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan.

Prevalensi obesitas meningkat baik di negara maju maupun negara berkembang.

ilustrasi olahraga malam
ilustrasi olahraga malam (ISTIMEWA)

Obesitas memiliki risiko tinggi terhadap timbulnya masalah kesehatan yang sangat serius seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker. World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan obesitas sebagai faktor risiko kematian yang kelima yaitu sebesar 7% dari kematian secara global

Salah satu faktor penyebab terjadinya obesitas adalah stress.

Pada seseorang yang mengalami stres maka akan memicu peningkatan pelepasan kortisol. Kortisol merupakan hormone yang dilepaskan oleh korteks adrenalis yang berfungsi ganda yaitu ke arah pengendalian keradangan (inflamasi) dan metabolisme.

Sekresi kortisol yang naik pada darah akan merangsang sekresi ghrelin meningkat.

Peningkatan sekresi ghrelin ke dalam darah dapat mengakibatkan nafsu makan bertambah dan asupan kalori meningkat sehingga menyebabkan terjadinya obesitas.

Ilustrasi olahraga sambil mendengarkan musik
Ilustrasi olahraga sambil mendengarkan musik (shutterstock)

Pencegahan obesitas melalui aktivitas fisik dapat ditunjukkan secara umum dengan cara melakukan aktivitas jenis intensitas moderat selama minimal 150-250 menit per minggu, disamping perlu dilakukan pembatasan makanan berlebih, istirahat yang cukup (6-8 jam pada usia dewasa) dan mengurangi stress.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved