Breaking News:

Benteng yang Tutupi Jalan Masuk SD di Tasik Dibangun Saat Sekolah Daring, Kini Banyak yang Kerepotan

Pembangunan benteng beton yang menutupi jalan masuk SDN 2 Tugu, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, ternyata sudah lama.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/FIRMAN SURYAMAN
Asep Wahyu, penjaga SDN 2 Tugu, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, menunjukkan benteng yang menghalangi jalan masuk sekolah, Rabu (1/9//2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Pembangunan benteng beton yang menutupi jalan masuk SDN 2 Tugu, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, ternyata sudah lama.

"Dibangun bulan Januari lalu saat pelaksanaan KBM (kegiatan belajar mengajar, Red) dilakukan secara daring," kata Kepala SDN 2 Tugujaya, Sri Mulyani, saat ditemui Rabu (1/9).

Pembangunan benteng beton di depan sekolah itu, baru dirasakan dampak negatifnya saat sekolah mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sepekan lalu.

"Jadi selama KBM dilaksanakan secara daring tak masalah. Barulah saat PTM mulai digelar, kami merasakan kerepotan saat masuk sekolah," ujar Sri.

Dengan tertutupnya jalan masuk dari Jalan SL Tobing menuju SDN 2 Tugujaya ini, praktis kendaraan roda empat tak bisa masuk.

Sementara sepeda motor pun mesti memutar menyusuri gang, melewati kompleks pemakaman lalu jalan setapak sebelum akhirnya tiba di sekolah lewat belakang.

Menurut Sri, pihak pemilik lahan sebenarnya memberikan sedikit lahan untuk jalan masuk. 

Tapi selain sempit juga membutuhkan pembenahan fisik serta akhirnya terap harus lewat lahan orang lain.

"Dari depan sekolah disisakan lahan untuk jalan tapi untuk dilalui harus dibenahi fisiknya karena tanahnya turun sekitar satu setengah meter serta lahan di dekat Jalan SL Tobing sudah milik orang lain lagi," kata Sri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved