Kamis, 14 Mei 2026

Catat, Inilah Tanggal Hari Penting Selama Bulan September 2021, Ada Peringatan Peristiwa G30S/PKI

Satu di antara hari penting di bulan September warga Indonesia memperingati sejarah kelam G30S/PKI. Berikut hari penting lainnya yang bisa diperingati

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Widia Lestari
Getty Images via bbc
Tentara tampak menembakkan senjata untuk memburu pasukan yang terlibat dalam G30S di Jakarta ( 2 Oktober 1965, 

TRIBUNJABAR.ID - Tak terasa bulan Agustus 2021 berlalu dan kita memasuki bulan baru, September 2021.

Pada Agustus setiap tahunnya masyarakat Indonesia memperingati hari penting, yaitu Hari Kemerdekaan Indonesia.

Sementara hari penting di bulan September warga Indonesia salah satunya memperingati sejarah kelam G30S/PKI.

Seperti diketahui peristiwa G30S/PKI terjadi pada 30 September 1965.

Pada tanggal tersebut terjadi sejarah kelam sejumlah perwira tinggi militer Indonesia yang gugur dalam tragedi tersebut.

Baca juga: VIDEO VIRAL, Pengantin Pria Patah Kaki Nekad Nikahi Pujaan Hati, Pernikahan Berubah Menyayat Hati

Selain itu, masih banyak peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan September 2021.

Mulai dari peringatan Hari Buruh, Hari Polwan, dan masih banyak lainnya.

Berikut ini Tribunjabar.id rangkum tanggal dan hari penting di bulan September 2021 dapat diperingati.

- 1 September Hari Buruh

- 1 September Hari Polisi Wanita ( Hari Polwan)

- 8 September Hari Aksara

- 8 September Hari Pamong Praja

- 9 September: Hari Olahraga Nasional

- 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI)

- 11 September: Hari Peringatan Serangan 11 September 2001

- 17 September: Hari Palang Merah Indonesia

- 17 September: Hari Perhubungan Nasional

- 21 September: Hari Perdamaian Dunia

- 23 September: Hari Bahasa Isyarat Internasional

- 24 September: Hari Tani

- 26 September: Hari Statistik

- 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)

- 28 September: Hari Kereta Api

- 28 September: Hari Komunitas Nasional

- 28 September: Hari Rabies Sedunia

- 28 September: Hari Tunarungu Internasional

- 29 September: Hari Sarjana Nasional

- 29 September: Hari Jantung Sedunia

- 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI

Baca juga: Mengenang Pierre Tendean Sebelum Jadi Korban G30S/PKI Dikenal Sebagai Letnan Tampan Rebutan Jenderal

Sejarah Kelam G30S/PKI dan Pahlawan Revolusi yang Gugur 

G30S/PKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia.

Peristiwa tersebut tepatnya terjadi pada tanggal 30 September 1965 di Jakarta dan Yogyakarta.

Saat itu terjadi pemberontakan PKI dengan menculik beberapa TNI Angkatan Darat.

Kemudian mereka dibantai secara kejam dan dibuang di sebuah tempat yang kini dikenal dengan nama Monumen Lubang Buaya.

Gugurnya para perwira TNI tersebut merupakan wujud perlawanan bangsa pada kekejaman PKI.

Lalu para perwira TNI ini mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Revolusi atau Pahlawan Nasional.

Sebagai generasi penerus tentunya wajib menghargai dan mengenang jasa para Pahlawan Revolusi tersebut.

Sampul Film 'Pengkhianatan G 30 S PKI'.
Sampul Film 'Pengkhianatan G 30 S PKI'. (Istimewa)

Salah satu caranya dengan mempelajari dan mengetahui siapa nama-nama para pahlawan Revolosi Indonesia.

Berikut 10 nama Pahlawan Revolusi atau Pahlawan Nasional korban kekejaman G30S/PKI.

1. Jenderal (anm.) Ahmad Yani

Jenderal TNI Anumeerta Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jateng, 19 Juni 1922.

Ahmad Yani meninggal di Lubang Buaya, Jakarta 1 Oktober 1965, ketika umurnya masih 43 tahun.

Kala itu, Ahmad Yani merupakan KASAD atau Kepala Staf Angkatan Darat TNI.

2. Letnan Jenderal (anm.) R. Suprapto

Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 20 Juni 1920.

Suprapto meninggal di Lubang Buaya pada 1 Oktober 1965.

Umurnya saat itu adalah 45 tahun.

3. Letnan Jenderal (anm.) M.T. Haryono

Letnan Jenderal TNI Anumerta Mas Tirtodarmo Haryono lahir di Surabaya, Jawa Timur, 20 Januari 1924.

Dia meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965.

Kala itu, umurnya adalah 41 tahun

Baca juga: Selain AH Nasution, Inilah Sosok Jenderal Lain yang Juga Lolos dari Malam Peristiwa G30S/PKI

4. Letnan Jenderal (anm.) S. Parman

Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman lahir di Wonosobo, Jawa Tengah, 4 Agustus 1918.

Pria yang dikenal dengan nama S. Parman ini meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965.

Umurnya saat itu adalah 47 tahun.

5. Mayor Jenderal (anm.) D.I. Pandjaitan

Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac Panjaitan atau disingkat D.I. Panjaitan lahir di Balige, Sumatera Utara, 9 Juni 1925.

Dia meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965.

Saat itu, umurnya adalah 40 tahun.

6. Mayor Jenderal (anm.) Sutoyo Siswomiharjo

Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 28 Agustus 1922.

Sutoyo meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965.

Umurnya saat itu 43 tahun.

7. Kapten (anm.) Pierre Tendean

Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean lahir 21 Februari 1939.

Ia meninggal 1 Oktober 1965 di umur yang masih sangat muda, yaitu 26 tahun.

8. AIPDA (anm.) Karel Satsuit Tubun

Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Sadsuitubun lahir di Maluku Tenggara, 14 Oktober 1928.

Dia meninggal di Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 36 tahun.

9. Brigadir Jenderal (anm.) Katamso Darmokusumo

Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo lahir di Sragen, Jawa Tengah, 5 Februari 1923.

Dia meninggal di Yogyakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 42 tahun.

Katamso merupakan mantan Komandan Korem 072/Pamungkas.

10. Kolonel (anm.) Sugiono

Kolonel Inf. (Anumerta) R. Sugiyono Mangunwiyoto lahir di Gedaren, Sumbergiri, Ponjong, Gunung Kidul, 12 Agustus 1926.

Ia meninggal di Kentungan, Yogyakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 39 tahun.

Sugiono merupakan mantan Kepala Staf Korem 072/Pamungkas.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved