Wawancara Eksklusif Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Wonder Woman yang Hobi Baca Buku

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai bupati di Kabupaten Purwakarta

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Ichsan
humas pemkab purwakarta
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika 1 

Wawancara Eksklusif Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai bupati di Kabupaten Purwakarta. Anne yang kerap disapa Ambu (Ibu dalam Bahasa Sunda) itu dikenal sebagai pribadi yang cermat dan teliti.

Apa yang telah dan bakal dilakukan ibu tiga anak itu untuk Kabupaten Purwakarta, wartawan Tribun Jabar Irvan Maulana berkesempatan mewawancarainya secara eksklusif di Kantor Bupati Purwakarta, belum lama ini.

Hasil wawancara dituangkan dalam lima tulisan berbentuk soft news dan satu tulisan dalam bentuk tanya jawab. Selamat membaca.

Air mancur Sri Baduga Purwakarta
Air mancur Sri Baduga Purwakarta (Dok Humas Purwakarta)

Seni Budaya Bikin Purwakarta Istimewa

Mewujudkan Purwakarta Istimewa menjadi visi utama Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. Adapun penjabaran misinya adalah meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, tata kelola pemerintah yang baik, bersih dan professional.

Serta mewujudkan pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan perekonomian rakyat yang kokoh berbasis desa. Mengenai visi misinya itu, menurut Anne, beberapa sektor sudah digarap dan beberapa di antaranya sedang proses pengoptimalan.

"Bidang pendidikan kami sudah mulai penguatan pendidikan karakter tatanan di Bale Atikan, penguatan pendidikan karakter ini berbasis Tri Sentra pendidikan meliputi pendidikan keluarga, pendidikan masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia tenaga pendidik,” kata Anne.

Untuk bidang kesehatan, Anne membangun fasilitas kesehatan berbasis masyarakat dan memperbanyak fasilitas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan Warga Purwakarta.

"Kami sudah memiliki Saung Ambu di enam lokasi yaitu Desa Wanawali Kecamatan Cibatu, Desa Ciririp Kecamatan Sukasari, Desa Parung Banteng Kecamatan Sukasari, Desa Cihanjawar Kecamatan Bojong, Desa Gandasoli Kecamatan Plered, dan Desa Cirama Hilir Kecamatan Maniis. Saung Ambu untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta angka stunting, juga menggalakkan Program KB, bahkan masa pandemi ini kita gunakan untuk pelayanan pasien Covid-19,” ujarnya.

Sedang untuk infrastruktur, kata Anne, pihaknya telah memaksimalkan pembangunan sarana pendidikan dan akses transportasi warga untuk aktivitas ekonomi juga diperbaiki. “Kami sudah membangun Jalur Lingkar Barat dan Timur untuk membuka akses antar desa. Membangun jaringan air minum untuk penyediaan air bersih di daerah wisata dan sentra UMKM serta ekonomi kreatif," katanya.

Kabupaten Purwakarta juga dikenal dengan seni dan budayanya yang menonjol, Anne memandang hal inilah yang menjadikan Purwakarta Istimewa. Oleh karena itu ia pun memaksimalkan pembangunan sarana prasana penunjang seni budaya. “Kami fasilitasi para budayawan, pelaku seni, mereka juga yang akan menunjang daya tarik wisata di Purwakarta. Kami perhatikan sarana prasana yang diperlukan mereka," katanya.*

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak PPKM di Kabupaten Purwakarta, Kamis (5/8/2021). (Dok. Diskominfo Purwakarta)
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak PPKM di Kabupaten Purwakarta, Kamis (5/8/2021). (Dok. Diskominfo Purwakarta) ()

Alokasikan Rp 9 Miliar untuk Bansos Covid-19

Terkait kondisi terkini pandemi Covid-19, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, kini Kabupaten Purwakarta masuk zona oranye dan PPKM Level 3. "Secara umum kondisinya mulai membaik, tapi berdasarkan Inmendagri kami harus melakukan perpanjangan PPKM Level 3 hingga akhir Agustus,” kata Anne.

Dalam perjalanannya PPKM juga mengalami evaluasi, beberapa aturan mulai dilonggarakan, seperti rumah makan, warung, dan pedagang kaki lima kini boleh beroperasi. “Kabupaten Purwakarta sudah menunjukan penurunan kasus yang cukup signifikan dengan diterapkannya PPKM Darurat dan Level 3 ini, semoga bisa naik ke level 2 agar aktivitas lebih longgar," ujarnya.

Terkait dampak ekonomi dari PPKM, Pemkab Purwakarta sendiri sudah menyalurkan sejumlah bantuan kepada warga terdampak. “Kami sudah distribusikan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 15.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dimana setiap KPM menerima sebesar Rp 600 ribu. Penganggaran BST ini dialokasikan sebesar Rp 9 miliar dari Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Purwakarta," kata Anne.

Penerima bantuan ini diprioritaskan kepada para lansia atau warga yang tidak produktif. Bantuan diberikan tunai agar dapat mendorong perputaran roda perekonomian. “Kami juga distribusikan bantuan dari Kemensos berupa beras 10 kilogram masing-masing untuk 114.103 KPM dan 5 kilogram beras untuk 3.000 KPM," ujarnya.

Untuk vaksinasi di Kabupaten Purwakarta kini sudah mencapai 18,29 persen, angka tersebut merupakan akumulasi dari total keseluruhan. Mulai dari tenaga kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, lansia dan vaksinasi remaja. “Total yang telah divaksin ada 142.091 orang atau 18,29% dari populasi warga Purwakarta. Kalau targetnya  tentu mencapai 70 persen di akhir tahun ini. Namun bagaimanapun tetap tergantung pada alokasi vaksin dari pemerintah pusat," kata Anne.*

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, saat men-scan barkode aplikasi PeduliLindungi di PT Valesto Indonesia, Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jumat (27/8/2021). (Instagram @anneratna82)
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, saat men-scan barkode aplikasi PeduliLindungi di PT Valesto Indonesia, Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jumat (27/8/2021). (Instagram @anneratna82) ()

Ketularan Suami Hobi Baca Buku

Selain sibuk memimpin rapat, blusukan, dan  menghadiri sejumlah kegiatan, seorang bupati juga perlu waktu luang untuk istirahat atau melakukan hobinya. Hal itu pula yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

"Saya merasa olahraga itu selain hobi juga kebutuhan, dari dulu sampai hari ini saya terus olahraga, kadang rame-rame kadang sendiri, kalau rame-rame itu paling senam atau bersepeda," ujar Anne.

Selain olahraga, Anne juga memiliki hobi membaca. Hobi ini ditularkan oleh suaminya yakni Dedi Mulyadi yang kini menjadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI. “Setelah saya mengenal suami saya, saya punya hobi baru yaitu membaca buku," kata Anne.

Kini di sela aktivitasnya pun menyempatkan diri membaca buku. "Di rumah saya, buku itu ada dimana-mana, di kamar tidur, di ruang tamu, di ruang kerja, bahkan di mobil pun ada buku. Setiap buku baru saya beli dan belum selesai dibaca pasti saya bawa," ujarnya.

Selain kedua hobi tersebut, ia juga selalu meluangkan waktu untuk puteri kecilnya. "Kalau waktu senggang, saya punya anak kecil. Jadi saya luangkan waktu untuk main sama anak walapun hanya beberapa jam, karena dia juga penyemangat saya," kata Anne.

Anne mengatakan, keluarga merupakan orang yang paling berjasa dalam kariernya, oleh sebab itu ia rutin menyempatkan quality time bersama keluarga. "Orang yang paling berjasa dalam karier saya adalah suami saya. Berkat beliau saya bisa seperti saat ini. Suami saya juga orang pertama yang membangkitkan saya ketika saya mengeluh atau capek dalam aktivitas keseharian,” ujarnya.*

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat menjadi inspektur upacara kemerdekaan di lapangan Pemkab Purwakarta, Selasa (17/8/2021).
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat menjadi inspektur upacara kemerdekaan di lapangan Pemkab Purwakarta, Selasa (17/8/2021). (Dok Diskominfo Purwakarta)

Dari Mojang Jadi Bupati

Mengenal sosok Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika melalui biografi singkatnya, jarang orang tahu ibu tiga anak ini adalah jebolan Mojang Purwakarta. Setelah tamat dari SDN Gudang 2 pada 1988, ia melanjutkan pendidikannya di SMPN 1 Cikalong Kulon Cianjur dan SMAN 1 Cikalong Kulon Cianjur, ia juga lulusan terbaik di STIE Wikara Purwakarta pada 2012.

Anne sempat menjuarai ajang pemilihan Mojang dan Jajaka Kabupaten Purwakarta pada 1999. Anne pun kerap disapa Ambu, sapaan itu familiar sejak sebelum ia menjabat sebagai bupati. "Saya menilai sapaan itu sebagai doa. Ambu itu bahasa Sunda artinya ibu, semoga saya menjadi ibu yang makin dewasa dalam memimpin," ujar Anne.

Ia juga memiliki motto hidup seperti kebanyakan orang. Mottonya terbilang cukup sederhana tapi sangat inspiratif. "Motto saya, selalu ada jalan dalam sebuah harapan," katanya.

Sederet organinasi juga mewarnai kariernya. Selain jebolan Mojang Purwakarta ia juga sempat menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Purwakarta sekaligus Bunda PAUD pada 2008-2018. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Perwosi Purwakarta 2008-2018.

Ia juga aktif dalam kegiatan keagamaan sebagai Ketua PDP Al-Hidayah Purwakarta pada 2015-2020, dan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Purwakarta di tahun yang sama. Kini mantan Mojang Purwakarta itu menduduki jabatan sebagai Bupati Purwakarta periode 2018-2023.*

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dan putri bungsunya Ni Hyang Sukma Ayu
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dan putri bungsunya Ni Hyang Sukma Ayu (pemkab purwakarta)

Wonder Woman

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika di mata warga merupakan sosok pemimpin yang kharismatik, sosok keibuannya juga menambah wibawa dalam kepemimpinannya.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Iyus Permana, Ambu Anne merupakan sosok perempuan hebat. "Gaya kepemimpinan Ambu Anne Ratna Mustika sosok yang hebat, ibarat film mah wonder women," kata Iyus.

Sosok Anne terbilang sangat cermat dalam setiap pekerjaan. Ia dikenal sangat teliti dan hati-hati dalam mengambil kebijakan. "Beliau selalu berpesan agar semua regulasi sasarannya harus jelas, pendelegasian kewenangan juga diperhitungkan sangat matang, agar sesuai dalam menjalankan roda pemerintahan" kata Iyus.

Sementara seorang warga Purwakarta, Yasmi (25) mengatakan, Ambu Anne menjadi sosok inspirasi para perempuan. Menurutnya, Ambu Anne merupakan pembuktian kehebatan seorang perempuan.

Yasmi mengaku mengagumi Bupati Purwakarta itu dari beberapa kategori. "Cantik itu udah pasti. Ambu juga pintar. Saya kagum sama kehebatannya, belum tentu saya bisa berbicara sepintar Ambu di hadapan banyak orang,” katanya.

Menurut Yasmi, Ambu Anne jadi gambaran mimpi seorang perempuan. “Orangnya ramah tapi pekerja keras, ibarat kata seorang puteri tapi pejuang," ujarnya.*

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat diwawancarai Tribun Jabar di ruang kerjanya
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika saat diwawancarai Tribun Jabar di ruang kerjanya (tribun jabar/irvan maulana)

Dalam Bentuk Tanya Jawab

Bagaimana Anda memandang Kabupaten Purwakarta saat ini?

Kabupaten Purwakarta sampai saat ini sudah menunjukan pertumbuhan yang cukup signifikan melalui pembangunan di berbagai bidang, baik di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, infrastruktur, lingkungan hidup, ekonomi, pariwisata dan pemerintahan.

Bisa disebutkan contoh konkretnya?

Misalnya bidang infrastruktur, kami sudah membangun Jalur Lingkar Barat dan Timur untuk membuka akses antar desa. Membangun jaringan air minum untuk penyediaan air bersih di daerah wisata dan sentra UMKM serta ekonomi kreatif.

Bagaimana Anda membayangkan Kabupaten Purwakarta ke depan?

Kabupaten Purwakarta harus menjadi jalur utama perlintasan yang berkembang pesat dalam hal Indeks Pembangunan Manusianya. Kita terletak di jalur perlintasan, Purwakarta dekat dengan Ibukota negara dan Ibukota Provinsi, jadi potensi apapun akan lebih mudah kita pasarkan. Melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Purwakarta harus tumbuh menjadi kabupaten yang berdaya saing. Melalui RPJMD 2018-2023 ini kami fokus mewujudkan Purwakarta Istimewa. Mengistimewakan warganya dalam berbagai bidang, khususnya di masa pandemi kita penuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakatnya.

Apa prioritas pembangunan di Kabupaten Purwakarta?

Kabupaten Purwakarta ini kan penghasil pangan. Terkait hal ini kami pun membuat kebijakan yang pro terhadap sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan pariwisata sebagai penunjang ekonomi masyarakat di sekitarnya. Sektor-sektor itu semuanya menjadi prioritas kami dalam pembangunan di Kabupaten Purwakarta.

Bagaimana penjelasan tentang ekonomi kerakyatan berbasis pedesaaan yang kerap Anda gaungkan?

Begini, potensi pariwisata dan perekonomian yang kami kembangkan itu adalah ekonomi kerakyatan berbasis desa. Di bidang pertanian, misalnya, ada salah satu komoditas unggulan buah-buahan di Kabupaten Purwakarta yaitu buah manggis. Komoditas ini memiliki nilai ekspor yang lumayan tinggi setiap tahunnya. Bahkan terjadi peningkatan dari tahun ke tahun serta telah tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Boleh tahu seperti apa komoditas buah manggis di Purwakarta?

Luas lahan perkebunan manggis di Kabupaten Purwakarta berdasarkan data dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta mencapai 1.500 hektare yang tersebar di lima kecamatan yaitu Kiarapedes, Wanayasa, Pondoksalam, Bojong dan Darangdan. Tentunya ini akan kita maksimalkan dan kesejahteraan petaninya juga bakal kita perhatikan.

Bagaimana dengan sektor pariwisata?

Untuk pariwisata, kami telah membuat banyak terobosan. Di antaranya adalah mensinergikan seniman dan pengelola pariwisata. Model ini merupakan pengembangan destinasi pariwisata baru unggulan di Kabupaten Purwakarta. Kami menggabungkan perkebunan yang bernilai wisata menjadi Agrowisat. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan perkebunan manggis yang cukup potensial. Selain diorientasikan kepada peningkatan produktivitas, kami juga tingkatkan nilai tambah pendapatan petani melalui pemanfaatan lahan menjadi destinasi agrowisata.

Contoh konkretnya di lapangan seperti apa?

Kami telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare di Desa Parakan Garokgek, Kecamatan Kiarapedes untuk lokasi agrowisata. Ini sebagai pusat penelitian dan pengembangan produk pertanian, perkebunan dan hortikultura yang diberi nama Kebon Ambu.

Purwakarta juga dikenal sebagai daerah industri, bagaimana keberadaan industri bagi warga Purwakarta?

Sejumlah perusahaan besar di Purwakarta telah membantu menyumbang pendapatan masyarakat Purwakarta yang bekerja di sana. Ada 114 perusahaan yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dengan adanya ratusan perusahaan tersebut, Alhamdulillah sebanyak 54.801 warga kami bisa bekerja di sana. Jadi adanya industri turut menekan angka pengangguran di Kabupaten Purwakarta.

Biofile

Nama Lengkap : Hj. Anne Ratna Mustika, SE

Tempat Tanggal Lahir : Cianjur, 28 Januari 1982

Alamat : Kp. Krajan, RT 06/03, Ds. Sawahkulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.

Karier : 1. Mojang Kabupaten Purwakarta (1999)

               2. Ketua TP PKK Kabupaten Purwakarta (2008-2018)

                3. Bunda PAUD Kabupaten Purwakarta (2008-2018)

                4. Dekranasda Kabupaten Purwakarta (2008-2018)

                5. Ketua Perwosi Purwakarta (2008-2018)

                6. Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah (2015-2020)

                7. Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Purwakarta (2015-2020)

Pekerjaan : Kepala Daerah (Bupati Purwakarta)

Hobi : Membaca dan Olahraga

Suami : H. Dedi Mulyadi SH

Putra : 1. Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar

             2. Yudistira Manunggal Rahmaning Hurip

             3. Nyi Hyang Sukma Ayu

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved