Petani Cabai Pangandaran Kena ''Prank'', Tanam Saat Harga Tinggi, Justru Anjlok Ketika Panen
Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Pangandaran menurun drastis.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Pangandaran menurun drastis.
Seorang pedagang di pasar tradisional Padaherang Pangandaran, Rinrin (38), mengatakan, memang lima hari ini harga cabai rawit sedang merosot.
"Saya tidak tahu pasti kenapa sampai turun drastis. Menurut orang yang ngirim saat ini cabai sedang banyak. Malah, katanya ada yang busuk tidak terjual," ujar Rinrin saat ditemui TribunJabar.id di pasar tradisional Padaherang, Senin (30/8/2021) pagi.
Dari yang tadinya harga Rp 50 ribu lebih per kilogramnya, kini murah hanya Rp 20 ribu per kilogramnya.
"Malahan teman saya di pasar Mangunjaya sempat menjual Rp 12 ribu per kilogramnya, itu mungkin saking banyaknya barang cabai," katanya.
Melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, menyatakan semua harga cabai anjlok karena sekarang produk sedang melimpah.
"Produk melimpah karena, masyarakat banyak yang tanam cabai. Ditambah penyerapan konsumsi di masyarakat juga rendah," katanya.
Satu alasan masyarakat banyak yang tanam karena sekitar satu setengah bulan yang lalu harganya bagus.
"Jadi, banyak yang tanam dan beberapa hari yang lalu masuk panen raya. Sekarang di tingkat petani cabai perkilogramnya seharga Rp 4.500," ucap Tedi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pedagang-di-pasar-tradisional-padaherang-kabupaten-pangandaran.jpg)