Breaking News:

Pendidikan Seimbang Antara Duniawi dan Ukhrawi Penting Untuk Membentuk Generasi Yang Paripurna

Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri dan memberikan santunan kepada warga disabilitas yang berlokasi di Rest Area Leuwi Arit Desa Ciherang

Dok. HUMAS JABAR
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum 

TRIBUNJABAR.ID, Kab. Ciamis – Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri dan memberikan santunan kepada warga disabilitas yang berlokasi di Rest Area Leuwi Arit Desa Ciherang, Kec. Banjarsari, Kab. Ciamispada Minggu, (29/08/2021). Tujuan kunjungan kali ini adalah kegiatan derma dan sosial Pemerintah untuk masyarakat yang membutuhkan, melihat kebersihan dan tata letak kantor di Rest Area, dan adanya kesenian tradisional yang tetap dilestarikan sehingga bisa menjadi contoh untuk desa-desa yang lain.

Kunjungan Wagub ke wilayah Ciherang disambut baik oleh masyarakat sekitar. Meninjau lokasi rest area, Wagub menyampaikan apresiasinya karena kondisi kantor yang baik dan tertata.

“Nyaman, betah, genah, mernah tur tumaninah, ini menunjukkan kepribadian masyarakat desa disini seperti ini adanya, kalau tata letak pembangunan lingkungannya baik, berarti masyarakatnya baik,” ujar Wagub

Selain melihat kondisi lingkungan, Wagub disuguhkan dengan adanya potensi kesenian yang dimiliki Desa Ciherang yang masih dilestarikan seperti pencak silat, wayang golek, calung, dan reog. Kesenian dan kebudayaan yang masih dilestarikan bisa menjadi contoh untuk desa lain.

Wagub berpesan bahwa kesenian dan budaya adalah benteng dan pilar moral dan akhlak yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Kehadiran budaya dan kesenian lokal yang masih exist menjadi benteng dari budaya lain yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Oleh karena itu seni harus dikembangkan, dilestarikan dan dilakukan inovasi terutama oleh generasi muda karena potensi dalam kesenian memiliki peran dalam menjaga identitas bangsa.

“Harus ada regenerasi, anak muda harus merasakan pendidikan budaya supaya mencintai dan akhirnya melestarikan. Dulu disaat saya kecil ada di Manonjaya, ketika 17 Agustus segala kebudayaan ditampilkan disitu, tapi saat saya dewasa sudah tidak ada, saya tanya “kemana pak?”, “tidak ada yang meneruskan”, tapi hari ini di Ciherang, kesenian sunda masih eksis dan masih dipelihara, itu sangat luar biasa,” jelas Wagub.

Pada kesempatan kunjungan kali ini Wagub juga mengajak kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan momentum bulan Muharram bisadigunakan untuk kebangkitan umat Muslim, politik, ekonomi, dan pendidikan. Peran pendidikan anak sebagai kunci utama yang diharapkan menjadi tonggak utama membentuk generasi yang kuat sehingga peran serta orang tua sangat dibutuhkan agar benar-benar diamalkan. Pendidikan anak yang seimbang antara duniawi dan ukhrawi menjadi penting untuk membentuk generasi yang paripurna di masa depan.

Masih dalam rangka momentum hari Kemerdekaan Indonesia, Wagub berharap atas nama Pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan agar NKRI tetap utuh karena cinta tanah air adalah bagian dari iman.

“Kami ingin merah putih masih berkibar dari Sabang sampai Merauke, kami ingin Garuda tetap bertengger di kantor-kantor, di gedung-gedung sebagai lambang bangsa dan persatuan,” ujar Wagub

Wagub berpesan, Pemerintah sudah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk melaksanakan aktifitas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Oleh karena itu, tidak ada alasan kepada masyarakat untuk tidak bergerak secara ekonomi. Masyarakat bisa menyampaikan kepada Pemerintah jika ada warga yang membutuhkan bantuan melalui dinas dan kanal-kanal yang sudah bisa diakses.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved