Breaking News:

Pemkot Cirebon Tak Ingin Polemik Keraton Kasepuhan Berdampak pada Sektor Pariwisata

Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, mewanti-wanti kisruh tersebut jangan sampai berdampak pada sektor pariwisata.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Sultan Aloeda II, Raharjo Djali (kedua kiri), saat melantik perangkatnya di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (25/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemkot Cirebon meminta pihak-pihak yang berpolemik dalam pewaris takhta Keraton Kasepuhan menahan diri.

Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, mewanti-wanti kisruh tersebut jangan sampai berdampak pada sektor pariwisata.

Ia meminta semua pihak menyadari hal itu sehingga mendahulukan kepentingan yang lebih besar ketimbang permasalahan takhta keraton.

"Jangan sampai polemik ini membuat masyarakat tidak bisa berwisata ke Keraton Kasepuhan," ujar Nasrudin Azis saat ditemui di DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (31/8/2021).

Baca juga: Ada Kericuhan di Keraton Kasepuhan Cirebon, Ini kata Kapolres Cirebon Kota Soal Langkah Hukumnya

Ia mengatakan, harus disadari bahwa Keraton Kasepuhan merupakan aset negara sehingga harus dijaga kelestariannya.

Agar keraton sebagai simbol keragaman budaya Indonesia tetap dapat dinikmati hingga masa yang akan datang.

Pihaknya juga berharap, kisruh yang terjadi saat ini dapat diselesaikan secepatnya oleh internal keluarga besar keraton.

"Kami mengimbau semua pihak dapat menjaga kondusivitas Kota Cirebon, dan polemik ini diselesaikan secara baik-baik," kata Nasrudin Azis.

Diberitakan sebelumnya, cucu Sultan Sepuh XI, Raharjo Djali, telah dinobatkan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan dalam jumenengan beberapa waktu lalu dan bergelar Sultan Aloeda II.

Baca juga: Raharjo Djali Siap Perang Data Buktikan Diri Berhak Duduki Jabatan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon

Padahal, Luqman Zulkaedin masih menduduki posisi Sultan Sepuh XV menggantikan ayahnya, PRA Arief Natadiningrat, yang berpulang setahun lalu.

Selain itu, ada juga Santana Kasultanan Cirebon dan Keluarga Besar Kesultanan Cirebon yang menuntut agar takhta dikembalikan kepada trah atau keturunan Sunan Gunung Jati.

Pasalnya, Luqman dan Raharjo dianggap bukan keturunan Sunan Gunung Jati sehingga tidak berhak menduduki posisi tersebut.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved