Ngaku Sulit Cari Kerja, Pemuda Ini Pilih Kerja Manufaktur di Korea, Padahal Kantongi Ijazah Perawat

Seorang pemuda mengaku rela menyimpan ijazah D3 perawat yang baru saja ia raih untuk dapat bekerja di sektor manufaktur di sebuah pabrik di Korea

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Siti Fatimah
Tribunbanyumas.com
Ilustrasi TKI 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Minat masyarakat Kabupaten Indramayu untuk bekerja ke luar negeri ternyata masih sangat tinggi sampai sekarang.

Hal ini pula yang membuat Kabupaten Indramayu menjadi salah satu lumbung daerah penyalur Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) terbesar di Indonesia.

Jika di rata-rata, sebanyak 75 persen dari angka pencari kerja di Kabupaten Indramayu lebih memilih untuk bekerja di luar negeri.

Sedangkan 25 persen lagi memilih bekerja di dalam negeri.

Baca juga: TKI Indonesia Ketakutan Sembunyi di Hutan Nantou Taiwan Seusai Bunuh TKW Asal Indramayu

Salah satunya, Riyandi (24) warga asal Desa Kenanga, Kecamatan Sindang.

Ia pada hari ini mengikuti kegiatan vaksinasi jenis AstraZeneca demi bisa berangkat ke Korea.

Riyandi sendiri bahkan mengaku rela menyimpan ijazah D3 perawat yang baru saja ia raih untuk dapat bekerja di sektor manufaktur di sebuah pabrik di Korea.

"Saya lulusan D3 perawat, gak apa-apa ijazah gak kepakai, karena kalau di sini itu susah cari kerja," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Pemerintah Diminta Pulangkan Ai dari Arab Saudi, TKI Cianjur yang Tangannya Melepuh

Selain itu, Riyandi beralasan, gaji di Korea jauh lebih besar dibanding bekerja di dalam negeri.

Dengan gaji besar tersebut, ia ingin mendongkrak perekonomian keluarga agar lebih baik lagi.

Riyandi pun mendaftar untuk bekerja di Korea secara resmi pada 2019 lalu dan rencananya tahun ini akan berangkat ke Korea.

Seharusnya, Riyandi berangkat pada tahun 2020, namun keberangkatannya harus tertunda karena pandemi Covid-19.

"Kalau waktu daftar waktu itu daftarnya pakai ijazah SMK, belum lulus kuliah," ucapnya.

Baca juga: TKI asal Lembang ini Kritis di Malaysia, Tak Punya Uang dan Sakit-sakitan Tapi Sulit Dipulangkan

Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman mengakui soal kondisi masyarakat yang lebih berminat bekerja ke luar negeri.

Oleh karena itu, Pemkab Indramayu pun terus berusaha untuk mendatangkan investor demi memperluas lapangan pekerjaan di daerah Pantura Jabar tersebut.

Selain itu, pemerintah pun terus berupaya mendongkrak skill atau keterampilan para pencari kerja melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

"Tujuannya tentu kita ingin membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di Indramayu dan mengasah keterampilan mereka agar bisa bersaing di dunia kerja," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved