Breaking News:

Banding Rizieq Shihab Ditolak, Tetap Dipenjara 4 Tahun, Fansnya Ngamuk dan Polisi Dilempari Batu

Polisi dilempari massa pendukung Rizieq Shihab saat menghadiri sidang putusan banding Rizieq Shihab di Pengadilan Tinggi DKI JAkarta, Senin (30/8/2021

Editor: Mega Nugraha
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Kericuhan yang terjadi antara diduga massa simpatisan dengan aparat keamanan gabungan dari unsur TNI-Polri di depan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, seraya sidang putusan banding Muhammad Rizieq Shihab (MRS) perkara hasil swab test RS UMMI, Senin (30/8/2021). 

TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Polisi dilempari massa pendukung Rizieq Shihab saat menghadiri sidang putusan banding Rizieq Shihab di Pengadilan Tinggi DKI JAkarta, Senin (30/8/2021).

Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak permohonan banding Rizieq Shihab dan menguatkan putusan 4 tahun penjara bagi Rizieq dalam kasus tes swab palsu RS Ummi, Bogor.

Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Ade Rosa menyebut ada 3 anggota polisi terluka setalah dilempari massa pendukung Rizieq Shihab.

"Pihak kepolisian dari Dalmas Polda Metro Jaya sekitar tiga orang, luka di bagian kaki akibat lemparan batu," kata Ade saat dikonfirmasi, Senin.

Selain itu, massa pendukung Rizieq Shihab juga ada yang terluka dan beberapa diantaranya diamankan.

"Dari massa ada yang terluka dan nanti akan dilakukan perawatan di Polda," kata Ade.

Baca juga: Tak Jadi Bebas, Rizieq Shihab Akan Ditahan sampai 9 September 2021, Tetap di Rutan Bareskrim

Kronologi

Kerusuhan tersebut berawal saat polisi membubarkan massa pendukung Rizieq Shihab karena terjadi kerumunan yang tidak dibolehkan saat pandemi Covid-19.

Selain itu, saat kerumunan terjadi, putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sudah selesai dibacakan.

"Kami himbau pembacaan putusan sudah selesai, silahkan pulang ke daerah masing- masing," kata Waka Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved