56 Negara Sudah Buka Akses untuk Penyaluran CPMI, Sisanya Masih Tutup karena Pandemi

Sejumlah negara penempatan mulai membuka akses untuk penyaluran Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Beny Rhamdani, Senin (30/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sejumlah negara penempatan mulai membuka akses untuk penyaluran Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Beny Rhamdani mengatakan, sampai saat ini sudah ada sebanyak 56 negara.

Di antaranya, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan lain sebagainya.

"Sedang yang lainnya masih menutup karena alasan pandemi Covid-19," ujar dia saat ditemui seusai berdialog dengan para purna PMI di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Setelah Tujuh Bulan Dicari, Akhirnya PMI Asal Cianjur yang Sakit Stroke di Arab Saudi Ditemukan

Beny Rhamdani mengatakan, untuk ke Korea, sebelum pandemi Covid-19, pihaknya sudah menempatkan sekitar 3.600 pekerja.

Lanjut dia, saat ini, BP2MI juga masih menunggu proses penempatan untuk kurang lebih 6 ribu pekerja ke sana.

Sedangkan untuk ke negara Taiwan, sudah diberangkatkan sekitar 6 ribu pekerja.

Terbaru, BP2MI juga sudah melepas sebanyak 271 pekerja ke Jepang.

Sedangkan untuk secara keseluruhan, BP2MI masih menghitung berapa banyak CPMI yang bakal disalurkan untuk tahun 2021.

Hanya saja, ia memastikan, jumlah tersebut menurun drastis jika dibandingkan dengan jumlah sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Baca juga: TKI Indonesia Ketakutan Sembunyi di Hutan Nantou Taiwan Seusai Bunuh TKW Asal Indramayu

Jika kondisi normal, penyaluran CPMI rata-rata per tahunnya bisa mencapai 270 ribu.

Di sisi lain, jika berkaca pada tahun 2020, diketahui jumlah penyaluran CPMI menurun drastis, yakni hanya 20 ribu saja.

"Kalau secara total memang terdapat penurunan yang sangat tinggi," ujar dia.

Dalam hal ini, pemerintah pun tengah gencar melakukan penyuntikan vaksin terhadap para CPMI itu.

Penyuntikan vaksin ini menyesuaikan dengan standarisasi vaksin yang digunakan negara tersebut.

Seperti penyaluran CPMI ke Jepang dan Korea, para CPMI disuntikan vaksin jenis AstraZeneca.

"Per hari ini dari 23 UPT BP2MI di seluruh Indonesia, sudah dilakukan vaksinasi kurang lebih 11.375 orang dan hari ini di Indramayu dilakukan ke 90 CPMI untuk ke Korea dan Jepang," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved