Breaking News:

Kisah Para Wanita di Sumedang Disentuh ITB, dari Pekarangan Olah Limbah Ubi Menjadi Produk Lezat Ini

Warna hijau segar selada keriting akan memanjakan siapapun yang datang ke Dusun Pasir, Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Penggerak KWT Hanjuang Bungur, Yuyum Nurjamilah, Camat Rancakalong Ili (kiri) dan Dosen SITH ITB Mia Rosmiati memeriksa selada keriting yang ditanam kaum ibu di Dusun Pasir, Rancakalong, Sumedang, Minggu (29/8/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Warna hijau segar selada keriting akan memanjakan siapapun yang datang ke Dusun Pasir, Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang

Kaum ibu di kampung itu nyaris semuanya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran

Sayuran lain seperti pakcoy, bawang daun, cabai, mentimun, kangkung, dan terong turut membuat meriah koleksi tanaman sayuran ibu-ibu yang notabene tergabung di dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Hanjuang Bungur itu. 

Di depan-depan rumah di Dusun Pasir, dipastikan selalu ada rak susun yang terbuat dari bambu untuk menyimpan polibag-polibag tempat sayuran ditanam. 

Sebelum tahun 2019, di Dusun Pasir, Desa Rancakalong, ibu-ibu memang tidak banyak kegiatan, apalagi kegiatan produktif. Sampai Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) ITB, datang mengembangkan potensi terpendam kaum ibu di Dusun Pasir. 

Sekarang, sayuran yang ditanam oleh mereka bukan hanya sangat cukup untuk konsumsi setiap hari, terutama bagi 42 orang anggota KWT Hanjuang Bungur, tetapi juga sudah memadai untuk dijual. 

"Kami sudah menjual untuk ke luar kampung itu, bahkan penjualan ke daerah Lembang, sudah lima kali," kata Yuyum Nurjamilah (60), penggerak KWT Hanjuang Bungur, Minggu (29/8/2021) di Rancakalong. 

Selain menanam sayuran, kaum ibu di KWT juga memelihara ikan nila merah di kolam ikan seluas 5x10 meter. Ikan-ikan itu untuk konsumsi sendiri dengan tujuan menambah gizi masyarakat demi terhindar dari penyakit stunting. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved