Dinsos Akui Ribuan Bansos di Kabupaten Bandung Belum Disalurkan, Bikin Mensos Geram

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Nina Setiana, mengakui ada ribuan bantuan sosial di Kabupaten Bandung belum tersalurkan kepada penerimanya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Lutfi AM
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Bandung. Ia geram melihat masih banyak bansos yang belum disalurkan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Nina Setiana, mengakui ada ribuan bantuan sosial di Kabupaten Bandung belum tersalurkan kepada penerimanya.

Nina memaparkan, kedatangan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, untuk mengecek langsung terkait verifikasi data penerima bansos.

Dalam kunjungannya itu, Tri Rismaharini sempat menegur Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan Kepala Dinas Sosial hingga pendamping keluarga harapan (PKH).

"Ada beberapa hal-hal yang ditemukan, ternyata dalam pertemuan ini yang tentu saja akan kita lanjuti. Nah di beberapa hal itu terkait data yang sudah meninggal penerima bansos, ada yang pindah, ada yang NIK ganda atau apapun," kata Nina Setiana setelah berdialog di Gedung SLRT di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (27/8/2021).

Nina mengaku,  hari Senin dan Selasa pekan depan pihaknya akan menindaklanjuti intruksi Mensos Tri Rismaharini untuk menyelesaikan masalah terkait penyaluran bantuan sosial.

Baca juga: Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan Kena Tegur Mensos Tri Rismaharini Soal Penyaluran Bansos

"Senin dan selasa kami tindak lanjuti, mengundang semua pihak yang terkait dengan proses penyelesaian masalahnya," kata Nina.

Nina menjelaskan, adanya bantuan sosial yang belum tersalurkan karena ada beberapa penerima bansos ternyata ditemukan dia belum menerima bansos.

Menurutnya penyalur bantuan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti BNI, dan PT POS,  tak menemukan alamat yang dituju.

"Ternyata tidak bisa ditemukan alamatnya, ada (penerima bansos) yang meninggal, sudah pindah, nah data data itu yang harus kita perbaiki," ucap dia. 

Menurut Nina, perbaikan data itu tentu saja akan melibatkan lembaga lainnya, dalam hal ini Disdukcapil termasuk dari Himbara.

Nina membenarkan, terdapat ribuan penerima bansos belum menerimanya.

"Ada ribuan, sekitar 5 ribu orang gitu lah. Harapan bu mensos harus beres, kalau ada yang meninggal harus cari ahli waris apakah masih ada yang layak untuk menerima (atau tidak)," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved