Breaking News:

Sudah Diuji Coba, Buruh Pabrik di Purwakarta Harus Download Aplikasi Ini, Wajib Scan Barcode

Sejumlah pabrik di Purwakarta sudah menguji coba penerapan protokol kesehatan ketat. Untuk karyawan, harus mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Giri
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, saat men-scan barkode aplikasi PeduliLindungi di PT Valesto Indonesia, Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jumat (27/8/2021). (Instagram @anneratna82) 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sejumlah pabrik di Purwakarta sudah menguji coba penerapan protokol kesehatan ketat. Untuk karyawan, harus mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengatakan, penggunaan aplikasi tersebut pada saat masuk pabrik berdasarkan kebijakan dari Kementerian Perindustrian.

"Berdasakan SK dari Kementerian Perindustrian, setiap perusahaan di sektor esensial ini beroperasi 100 persen. Oleh sebab itu ada skema untuk pencegahan penularan Covid-19 di dalam area pabrik," ujar Anne kepada awak media seusai meninjau PT Valesto Indonesia di Jalan Subang-Purwakarta, Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jumat (27/8/2021).

Anne menjelaskan setiap perusahaan harus melakukan standar operasional prosedur (SOP) penerapan protokol kesehatan ketat di area pabrik.

"Aplikasi itu akan digunakan seluruh karyawan. Acuannya di situ. Nanti pas mau masuk para karyawan wajib scan QR dulu," kata dia.

QR code tersebut akan memberikan data berikut keterangan karyawan yang hendak memasuki pabrik.

Data tersebut merupakan data riwayat kesehatan, vaksinasi, serta tempat tinggal karyawan.

"Data itu akan ketahuan. Misal dia tinggal di zona apa, apa zona merah atau hijau. Dia juga ketahui sudah divaksin apa belum atau baru satu kali vaksin. Data itu terpantau secara sistematis di aplikasi PeduliLindungi," ucapnya.

Bagi karyawan yang diketahui berstatus kontak erat berdasarkan status zona tempat tinggal akan dilakukan skrining lebih lanjut oleh pihak medis dari perusahaan.

"Di sini juga disediakan tenaga kesehatan, nanti diperiksa dulu kondisi karyawan. Misalnya memang tidak fit dan tidak bisa masuk pabrik, mereka akan dipulangkan dan diberi perawatan. Setelah benar-benar pulih baru nanti boleh masuk," ujarnya.

Anne berharap penerapan kebijakan tersebut bisa dipatuhi seluruh karyawan maupun perusahaan di Purwakarta. Karena, adanya kebijakan tersebut bertujuan untuk mengendalikan laju sebaran Covid-19 di sektor industri.

"Kalau efektifnya di bulan September, kali ini baru uji coba saja. Tapi saya berharap baik perusahaan maupun karyawan harus benar-benar menerapkan aturan ini. Demi kebaikan semuanya," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved