Pelaku Perampasan Nyawa di Bandung Ditembak Polisi, Ss Mati Tragis dengan 65 Luka Benda Tajam

Wanita berinisial SS (20) yang menjadi korban meninggal karena kejahatan mengalami 65 tusukan di bagian dada depan dan belakang.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung di Mapolrestabes Bandung, Jumat (27/8/2021) saat ungkap kasus perampasan nyawa perempuan dengan tato bunga 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID. BANDUNG - Nyawa wanita dengan tato bunga berinisial SS (20) dirampas dengan sadis oleh pria bernama Iqbal Akhmad Romadoni (22). 

Ss yang jadi korban perampasan nyawa mengalami 65 tusukan di bagian dada depan dan belakang. Kasus 338 mengacu pada pasal 338 KUH Pidana tentang pembunuhan.

Mayat SS, wanita dengan tato bunga di tangan itu ditemukan di Sungai Cidurian pada 16 Agustus 2021. Hal itu diketahui berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap pelaku.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan, SS ditemukan tewas terbungkus selimut di Sungai Cidurian, Kota Bandung pada 16 Agustus 2021.

SS yang merupakan seorang PSK online, dirampas nyawanya oleh teman kencannya sendiri yakni Iqbal Akhmad Romadoni (22) pada 12 Agustus 2021, di rumah pelaku di Jalan Rancasawo, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.

"Pelaku melakukan penusukan sebanyak 65 kali, tusukannya sebanyak 45 kali di bagian depan dan 20 kali di bagian belakang," ujar Aswin, saat gelar perkara di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa Kamis (27/8/2021).

Menurut Aswin, pelaku melakukan penusukan menggunakan pisau yang berada di rumahnya. Setelah menghabisi korban, pelaku kemudian membungkus korban dengan menggunakan seprai dan selimut yang ada di rumah pelaku.

Baca juga: Buruh Perempuan di Karawang Panjat Pagar Jembatan saat Jalan Diblokir Warga yang Protes PT Changsin

"Korban disimpan dulu beberapa jam sampai sore, setelah jam 18.30 WIB baru korban dibawa menggunakan gerobak pasir yang ada di depan rumah pelaku, dan pelaku mendorong memasukkan korban ke sungai," katanya.

Menurut Aswin, pelaku menghabisi korban karena terlibat cekcok di rumah korban. Pasalnya, pelaku diduga enggan memberikan uang kepada korban.

Pelaku kasus 338 wanita dengan tato di tangan saat dihadirkan di Mapolrestabes Bandung, Jumat (27/8/2021)
Pelaku kasus 338 wanita dengan tato di tangan saat dihadirkan di Mapolrestabes Bandung, Jumat (27/8/2021) (Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman)

"Jadi tersangka tidak bisa berhubungan intim (tidak bisa ereksi) kemudian korban meminta uang ganti Rp100 ribu untuk ongkos taksi," ucapnya.

Adapun jasad korban ditemukan sekitar empat hari kemudian atau pada 16 Agustus 2021 sejak peristiwa pembunuhan. Jasad korban yang telah terbungkus selimut ditemukan oleh warga dan petugas kebersihan sungai.

Dari kasus pembunuhan itu, polisi menjerat Iqbal dengan Pasal 338 KUHP tentang barang siapa yang dengan sengaja merampas nyawa orang lain dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved