Buruh Perempuan di Karawang Panjat Pagar Jembatan saat Jalan Diblokir Warga yang Protes PT Changsin
Warga Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang menutup akses jembatan penghubung Jalan PT Changshin.
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Mega Nugraha
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi
TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Warga Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Karawang menutup akses jembatan penghubung Jalan PT Changshin. Akibatnya sejumlah karyawan tidak dapat melintas dan harus menerobos jembatan.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah buruh perempuan mencoba menerobos melalui pinggir jembatan untuk menuju pabrik.
Penutupan akses jalan itu dipicu persoalan penerimaan tenaga kerja oleh PT Changshin yang dinilai tidak memperhatikan warga sekitar.
"Warga sekitar ini merasa dipersulit untuk masuk kerja ke PT Changshin, seharusnya ada kuota khusus yang diberikan kepada warga desa," kata salah satu pendemo Wakil Ato (50) kepada Tribun Jabar, Jumat (27/8/2021).
Baca juga: Ibu Hamil di Karawang Kini Bisa Divaksin Covid-19, di Sini Tempat Pelaksanaannya
Ato mengungkapkan, aksi penutupan jalan merupakan aksi yang tanpa direncanakan oleh warga.
"Sekarang kan penerimaannya online. Warga sekitar banyak yang susah mengakses lamaran kerjanya," katanya.
Pantauan Tribun, para buruh perempuan dari PT Changsin harus menaiki pagar samping jembatan agar bisa bekerja ke pabrik tersebut dengan melewati jembatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pt-changsin-1.jpg)