Breaking News:

Beberapa Hari Terakhir, Hembusan Angin di Majalengka Teras Lebih Kencang, Ini Penjelasan BMKG

BMKG Kertajati Majalengka menjelaskan penyebab yang paling dominan dari peningkatan kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Prakirawan BMKG Kertajati Majalengka, Ahmad Faa Izyin saat menunjukkan arah kecepatan angin beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABARA.ID, MAJALENGKA - Beberapa hari ini, hembusan angin terasa lebih kencang dari biasanya.

Kencangnya angin terjadi sepanjang hari tidak hanya satu atau dua jam.

Padahal, matahari terkadang cukup terik.

Baca juga: TPA Heuleut di Majalengka Terbakar, Angin Kencang Buat Api Cepat Menjalar, 8 Mobil Damkar Dikerahkan

Tak terkecuali di Kabupaten Majalengka yang sudah dikenal dengan sebutan kota angin.

Namun, masyarakat mengeluhkan kondisi angin yang makin tak terkendali dalam beberapa hari terakhir ini.

"Iya bener, angin sekarang kayanya tambah kenceng. Saya juga naik motor jadi lebih hati-hati terutama melewati jalur yang terbuka," ujar Erik kepada Tribun, Jumat (27/8/2021).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kertajati Majalengka menjelaskan penyebab yang paling dominan dari peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia khususnya di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan di wilayah Selatan dan Utara Ekuator Indonesia.

Terbentuknya pusat tekanan rendah di wilayah Utara Ekuator Indonesia mencapai 993 hPa.

"Sedangkan di wilayah selatan Ekuator Indonesia mulai terbentuk pusat tekanan tinggi (1027 hPa), perbedaan tekanan yang cukup signifikan tersebut dengan didukung faktor lokal (Gunung Ciremai), sehingga berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin di wilayah Ciayumajakuning," ujar Prakirawan BMKG Kertajati Majalengka, Ahmad Faa Izyin, Jumat (27/8/2021).

Dijelaskan dia, berdasarkan hasil pengamatan hari ini arah angin umumnya dari Selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 21 Knot atau 39 km/jam.

Baca juga: Angin Kencang Rusak 4 Ruangan Bangunan Sekolah Dasar di Sukabumi, Atap Ambruk

Diperkirakan, dapat mencapai nilai maksimum hingga 30 knot atau 56 km/jam dan masih akan berlangsung hingga 2 hari ke depan.

"Masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap dampak yang bisa ditimbulkan seperti debu, pohon tumbang, baliho roboh, potensi kebakaran lahan atau hutan, tinggi gelombang di perairan Cirebon-Indramayu mencapai maksimum 2,0 meter serta minum air yang cukup dan menjaga kondisi tubuh," ucapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved