Breaking News:

Kabar Baik, Keterisian Tempat Tidur Perawatan Pasien Covid Tinggal 20%, Angka Kesembuhan Naik

Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit di Jawa Barat terus menurun.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
freepik
ILUSTRASI virus corona - Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit di Jawa Barat terus menurun sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diterapkan pada 3 Juli 2021. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit di Jawa Barat terus menurun sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diterapkan pada 3 Juli 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Nina Susana Dewi, mengatakan per 25 Agustus 2021, tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat sudah mencapai 20,95 persen. 

Artinya, terdapat 3.375 tempat tidur terisi dari 16.110 yang tersedia di 341 rumah sakit rujukan.

Jumlah tempat tidur yang disediakan untuk pasien Covid-19 pun kembali berkurang dari awalnya 20 ribuan kasur.

“BOR Jabar terus turun, per 25 Agustus kemarin sudah 20,95 persen,” kata Nina saat dihubungi, Kamis (26/8/2021).

Menurut Nina, selain BOR yang menurun, berdasarakan data  per 24 Agustus 2021, juga memperlihatkan adanya penurunan kasus aktif serta angka sembuh meningkat signifikan mencapai 91,94 persen.

“Kalau dilihat dari dalam dua bulan terakhir, BOR terus menurun. Data per tanggal 24 Agustus memperlihatkan kasus aktif  menurun, angka sembuh meningkat dengan tingkat kesembuhan 91,94 persen,” ucapnya.

Nina menyatakan, penurunan BOR maupun kasus aktif serta meningkatnya angka kesembuhan di Jawa Barat sebagai bukti bahwa keberhasilan ini karena kepatuhan masyarakat terhadap PPKM

Nina menambahkan, meski rata-rata BOR di sejumlah kota/ kabupaten di Jawa Barat menurun, namun masih ada beberapa daerah yang BOR- nya masih relatif tinggi.

“BOR Covid-19 yang masih tinggi per tangal 25 Agustus, yaitu Kota Banjar 50,7 persen, Ciamis 41,3 persen, Tasikmalaya 38,6 persen, Cianjur 35,5 persen, dan Bandung Barat 31,3 persen,” sebutnya.

Sementara itu terkait rencana Gebyar Vaksinasi Covid-19 yang akan dilaksanakan pada 28 Agustus 2021, Dinas Kesehatan Jawa Barat telah koordinasi dengan Tim Satgas Vaksin terkait penyiapan vaksin.

“Insyaallah untuk Gebyar Vaksin sejumlah fasilitas kesehatan yang ditunjuk sudah siap, dan untuk vaksin sedang dioptimalkan,” tuturnya. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved