Breaking News:

Disparbud KBB Waspadai Fenomena Revenge Tourism Setelah Objek Wisata Dibuka, Khawatir Terjadi Ini

Disparbud Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mewaspadai terjadinya revenge tourism atau fenomena banyaknya masyarakat yang ingin segera berwisata k

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar / Kemal Setia Permana
ILUSTRASI - Pengunjung memberi makan gajah Sumatera yang menjadi koleksi satwa baru Lembang Park and Zoo di Jalan Kolonel Masturi, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (13/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mewaspadai terjadinya revenge tourism atau fenomena banyaknya masyarakat yang ingin segera berwisata karena sudah jenuh dengan kondisi saat ini.

Fenomena tersebut dinilai memang perlu diwaspadai setelah obyek wisata dibuka karena wisata KBB terutama yang ada di kawasan Lembang menjadi tujuan wisatawan daerah berbagai daerah.

Kepala Disparbud Bandung Barat Heri Partomo, mengatakan, pihaknya mewaspadai fenomena revenge tourism ini karena saat ini banyak masyarakat yang sudah jenuh karena tidak diizinkan kemana-mana selama PPKM diterapkan.

"Masyarakat bisa dibilang dendam, karena mereka selama ini banyak diam di rumah dan tidak boleh kemana-mana, jadi fenomena itu harus kita antisipasi," ujarnya saat dihubungi, Kamis (26/8/2021).

Dengan kondisi seperti itu, kata Heri, nantinya mereka akan mencoba untuk mengeksplor dan melihat suasana baru di luar rumah apakah itu dengan menginap di hotel ataupun ke tempat wisata.

FB

Sementara untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pengunjung yang menghabiskan waktu akhir pekan di penginapan dan restoran di Bandung Barat yang saat ini sudah buka, pihaknya bekerja sama dengan Satgas Covid-19 untuk melakukan pengawasan.

"Nanti akan disidak dan ditindak kalau ada pelanggaran. Kita tidak berharap Covid-19 ini terus berkembang lebih lama lagi, mudah-mudahan segera selesai," kata Heri.

Untuk saat ini, kata dia, tingkat kunjungan masyarakat ke restoran dan penginapan di wilayah Bandung Barat terutama di kawasan Lembang memang sudah ada peningkatan setelah diizinkan buka dengan kapasitas pengunjung 25 persen.

Baca juga: Tempat Wisata Masih Tutup, Tapi Kunjungan ke Tempat Kuliner dan Penginapan di Lembang Menggembirakan

"Saat ini kunjungan ke tempat makan dan hotel memang sudah mulai ramai karena sudah diizinkan boleh menginap dengan batasan 25 persen," ucapnya.

Namun, pihaknya memastikan jika kunjungan ke obyek wisata di KBB hingga saat ini masih belum ada karena masih ditutup hingga batas waktu yang belum bisa dipastikan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved