Minggu, 3 Mei 2026

2 Lagi Terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Tembus, Tersisa 3 Terowongan

Dengan tembusnya terowongan 8 dan 10 tersebut berarti masih ada 3 terowongan lagi yang harus ditembus.

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
pt kcic
Terowongan 8 yang berada di daerah Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, KBB dengan panjang 2.190 meter. Dua tunnel atau terowongan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang berada di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB), saat ini sudah berhasil ditembus sejak awal Agustus 2021 lalu yakni terowongan 8 dan 10. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dua tunnel atau terowongan Kereta Cepat Indonesia Cina yang berada di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB), saat ini sudah berhasil ditembus sejak awal Agustus 2021 lalu.

Terowongan yang sudah berhasil ditembus itu yakni terowongan 8 yang berada di daerah Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, KBB dengan panjang 2.190 meter.

Serta terowongan 10 di Sukatani, Kecamatan Ngamprah dengan panjang 1.230 meter.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini memiliki 13 terowongan.

Dengan tembusnya terowongan 8 dan 10 tersebut berarti masih ada 3 terowongan lagi yang harus ditembus.

GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), Mirza Soraya, mengatakan, pencapaian ini merupakan suatu hal yang luar biasa, karena pembangunan kedua terowongan tersebut memiliki tekstur geografis yang cukup tinggi.

"Dengan tembusnya terowongan 8 dan 10 ini, artinya tinggal tiga lagi terowongan yang saat ini masih dalam proses penyelesaian untuk bisa tembus," ujarnya Mirza melalui keterangan tertulisnya, Rabu (25/8/2021).

Mirza mengatakan, pengerjaan terowongan ini menggunakan teknologi baru yang digunakan di dunia konstruksi Indonesia, yakni penggunaan mesin peluncur gelagar (Girder Launcher) berjenis Through-Tunnel Box Girder Erecting Machine yang bisa digunakan di dalam terowongan.

Girder atau gelagar jembatan ini, kata Mirza, merupakan balok yang akan mendukung semua beban yang bekerja pada jembatan kemudian meneruskannya ke struktur bawah jembatan. 

"Teknologi ini membuat pemasangan girder box di dalam terowongan pada trase KCJB jadi lebih cepat jika dibandingkan dengan memasang penyangga terlebih dahulu," katanya.

Selama mengerjakan proyek KCJB, pihaknya juga melakukan transfer pengetahuan dari tenaga ahli China kepada tenaga lokal, sehingga hal ini menjadi kesempatan baik bagi tenaga kerja Indonesia untuk mempelajari hal-hal baru di bidang konstruksi.

Sementara secara keseluruhan, kata dia, hingga pertengahan Agustus 2021, progres pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini sudah mencapai 77,92 persen.

Mirza mengatakan, pengerjaan proyek ini ditargetkan bisa selesai pada akhir 2022, agar KCJB sudah mulai bisa beroperasi dengan melayani rute dari Stasiun Halim, Jakarta, Karawang, Padalarang, hingga Stasiun Tegaluar Kabupaten Bandung. 

"Sejalan dengan penyelesaian terowongan, PT KCIC juga melakukan penyelesaian pembangunan stasiun dan konstruksi lainnya.

Seperti pada akhir Juli lalu, telah melakukan penutupan atap (topping off) di Stasiun Halim," ucap Mirza.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved