Breaking News:

Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Dewan Desak Pemerintah Cianjur Perhatikan Jalan Rusak

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dapil IV Tavip Darmawan membenarkan adanya warga yang sampai menanam pisang, singkong, dan talas di tengah jalan

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Warga protes jalan rusak dengan menanam tanaman di tengah jalan di Cianjur 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - DPRD Cianjur mendesak pemerintah Kabupaten Cianjur untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan terutama soal mencuatnya isu adanya warga yang protes sampai menanam tanaman di tengah jalan.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur dapil IV Tavip Darmawan membenarkan adanya warga yang sampai menanam pisang, singkong, dan talas di tengah jalan.

Ia mengatakan, aksi yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Gelaranyar merupakan hal yang wajar atas kekecewaan terhadap pemerintah.

"Jadi, memang wajar-wajar saja warga sekitar meluapkan kekecewaan dengan cara menanam pepohonan di Jalan," ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (24/8/2021).

Ia mengatakan, akses yang ditanami oleh warga tersebut sebelumnya merupakan jalan utama yang dikelola oleh perkebunan PTPN VIII.

Menurutnya, Desa Gelaranyar merupakan induk desa, sebelum ada pemekaran menjadi Desa mekarsari dan Desa sukamaju, selain itu akses jalan tersebut sejak tahun 1980an kondisinya memang sudah rusak parah hingga saat ini belum ada perbaikan.

Tavip mengatakan, jalur atau akses Cicurug Cimenteng tersebut jalur administrasi milik perkebunan PTPN VIII sehingga untuk pengelolaan jalan dikuasai oleh pihak perkebunan.

Baca juga: 536 Kilometer Jalan di KBB Masih Rusak, Butuh Anggaran Sebesar Ini Untuk Memperbaikinya

"Sekarang tak lagi dikelola oleh PTPN VIII sehingga saat ini sudah dikuasai oleh masyarakat, namun kondisi jalan hingga saat ini tidak ada yang mau bertanggungjawab untuk memperbaikinya," kata Tavip.

Menurutnya, jalan yang dulunya dari Cimenteng menuju Desa Gelaranyar tersebut melalui Pasirrandu, yang sekarang hampir sudah tidak digunakan lagi oleh masyarakat sekitar, sehingga alternatif masyarakat bekerjasama dengan pemerintah desa membuat jalur baru melalui Kampung Cipeuteuy yang dulunya merupakan jalan setapak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved