Breaking News:

Memahami Kondisi Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi

Pandemi covid-19 yang berkepanjangan, bahkan gelombang pandemi yang terus berulang, ternyata dapat turut berdampak pada gangguan kesehatan jiwa loh

Editor: bisnistribunjabar
dok. santosa hospital
dr. Vivy Bagia Pradja, Sp.KJ Psikiater di Rumah Sakit Santosa Bandung Central 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tribunners, pandemi covid-19 yang berkepanjangan, bahkan gelombang pandemi yang terus berulang, ternyata dapat turut berdampak pada gangguan kesehatan jiwa loh.

Dengan kondisi cepatnya penularan virus, keterbatasan tempat perawatan di RS, tenaga kesehatan, obat-obatan, serta banyak beredarnya informasi yang belum tentu benar atau hoax dapat menyebabkan kecemasan bagi para penerima informasi, berpotensi mengganggu kondisi kesejahteraan dan kesehatan jiwa masyarakat.
Penyebab lainnya, bekerja dan belajar secara daring yang berkepanjangan, ternyata menimbulkan kebosanan dan kejenuhan yang juga membuat resah para pekerja, para orangtua dan anak-anak.

Psikiater di Rumah Sakit Santosa Bandung Central, dr. Vivy Bagia Pradja, Sp.KJ mengatakan, potensi penyebab lainnya dari gangguan kesejahteraan dan kesehatan jiwa yaitu kesulitan ekonomi masyarakat, yang mana menjadi akibat tidak langsung terkait kebijakan PSBB/PPKM yang ada.

dr. Vivy Bagia Pradja, Sp.KJ  Psikiater di Rumah Sakit Santosa Bandung Central,
dr. Vivy Bagia Pradja, Sp.KJ Psikiater di Rumah Sakit Santosa Bandung Central, (dok. santosa hospital)

Belum lagi para individu yang menjadi penyintas maupun memiliki keluarga yang wafat akibat COVID-19, kemungkinan mengalami stigma buruk dari masyarakat sekitarnya. Semua hal tersebut berpotensi dapat menjadi sumber stres/stressor psikososial yang dialami oleh masyarakat di Indonesia.

"Bahkan, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia telah melakukan survei, dengan menerbitkan kuesioner swaperiksa (self-examination) bagi masyarakat. Dimana ditemukan bahwa pada lima bulan pertama pandemi, 64.8% dari 4010 orang yang diperiksa, mengeluh mengalami masalah psikologis, dengan wanita sebagai individu yang terbanyak (71%). Sekitar 65% responden didapati mengalami cemas, 62% memenuhi kriteria depresi, dan 75% mengaku merasakan trauma. Masalah psikologis paling banyak ditemukan pada kelompok usia 17-29 tahun dan usia lebih dari 60 tahun," ujarnya saat dihubungi TribunJabar.id, Minggu (22/8/2021).

Menurutnya, hal paling banyak dikeluhkan oleh pasien terkait gangguan kesehatan jiwa yang terjadi di masa pandemi covid-19, yaitu kecemasan berlebihan akan terpapar covid-19, ketidakpastian akan kelanjutan atau masa depan pekerjaan atau pendidikannya.

Merasa kewalahan dengan kondisi di rumah, karena adanya konflik keluarga, akibat terhimpit persoalan ekonomi. Kejenuhan, dan depresi, akibat tidak bisa lagi melakukan hobi dan aktivitas rutinitas seperti biasanya.

Termasuk, adanya trauma setelah mengalami isolasi di RS, menyaksikan keluarganya yang sakit dan meninggal akibat Covid-19, proses berkabung yang tidak tuntas setelah kehilangan keluarga atau sahabat, hingga perasaan yang selalu merasa kesepian padahal di tempat ramai.

"Gejala dan tanda yang didapatkan dari hasil pemeriksaan psikiatrik terhadap para pasien dengan gangguan kesehatan jiwa di masa pandemi diantaranya, sulit tidur, karena ada perasaan khawatir tidak bangun lagi, keluhan-keluhan fisik, seperti sakit kepala, rasa mengganjal di leher, dada terasa berdebar kencang, sesak nafas, keluhan pencernaan, dan kesemutan pada beberapa indera atau bagian tubuh, peningkatan atau penurunan berat badan secara tidak wajar karena berubahnya selera makan," ucapnya.

Selain itu, selalu memiliki perasaan was-was berlebihan akan potensi terpapar Covid-19 dan cenderung menghindar untuk bertemu secara fisik dengan orang lain, gampang tersinggung, malas beraktifitas, sulit berkonsentrasi, banyak melamun. Bahkan, ada keinginan untuk mengakhiri hidup, dengan cara menyakiti diri (self-harm), dan sengaja minum obat sebanyak-banyaknya melebihi batas aman konsumsi yang ditentukan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved