Breaking News:

Kronologi Perumahan Mewah di Bandung Terancam Digusur, Hakim Sebut BPN Tak Teliti Asal Usul Tanah

PTUN Bandung kabulkan gugatan Deny Permana terhadap tanah yang kini jadi perumahan mewah Bandung City View di Mandalajati Kota Bandung

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Sudah mencicil rumah bertahun-tahun, warga perumahan Bandung City View 2 di Jalan Pasir Impun, Kelurahan Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung terancam terusir dari rumah yang mereka cicil. 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan gugatan Deny Permana, ahli waris R Ardisasmita, terhadap tanah yang kini jadi perumahan mewah Bandung City View di Kelurahan Pasir Impun Kecamatan Pasir Impun Kecamatan Mandalajati Kota Bandung.

Gugatan Deny Permana di PTUN Bandung itu ditujukan ke Kepala BPN Kota Bandung sebagai tergugat dan PT Global Kurnia Grahatama selaku tergugat intervensi I. PT Global Kurnia Grahatama merupakan pengembang perumahan mewah yang kini sudah ditempati warga tersebut.

"Mengadili dalam pokok perkara, mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya. Menyatakan batal sertifikat hak guna bangunan seluas 80.888 meter persegi tercatat atas nama PT Global Kurnia Grahatama sebatas dan seluas 42.780 meter persegi," ujar Ketua Majelis Hakim Liza Valianty, dalam salinan putusan yang diterima Tribun. 

Dikutip dari situs PTUN Bandung, putusan tersebut dibacakan pada 29 Juli 2021 dengan majelis hakim terdiri dari Liza Valianty, Lusinda Panjaitan dan Kemas Mendi Zatmiko. 

Dalam gugatannya, Deny Permana meminta agar majelis hakim membatalkan sertifikat hak guna bangunan yang diterbitkan BPN Kota Bandung nomor : 34/Pasir Impun. Sertifikat itu terbit tanggal 10 Juli 2015, Surat Ukur tanggal 08-07-2015 Nomor 00189/2015, seluas 80.888 m2  tercatat atas nama PT. Global Kurnia Grahatama, sebatas dan seluas 42.780 m2  di Jalan Pasir Impun, Kelurahan Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.

Dalam salinan putusan disebutkan bahwa alasan gugatan, lahan yang digunakan perumahan mewah itu merupakan milik dari kakek Deny Permana, R Ardisasmita yang dibeli dari warga Belanda pada 23 April 1935 di hadapan Meester Willem Gerrit Chavennes, Notaris di Bandung dan Meester Jhr. G.P.H.W. Rangers Hora Siecama, Advokat dan Pengacaradi Pengadilan Tinggi Hindia Belanda.

Pembelian itu disertai bukti, yakni Acte Van Eigendom, Eigendom Verponding Nomor 6391, atas nama Raden Ardisasmita, Salinan (Afschrift) Nomor 334/1935.

Baca juga: Per Bulan Cicil Rumah, Warga Bandung City View 2 Bisa Terusir, PTUN Batalkan Sertifikat Tanah Mereka

Sejak dibeli, tanah itu tidak pernah dijual belikan dan dialihkan pad pihak lain. Hingga saat ini obyek tanah Eigendom Verponding Nomor 6391tersebut masih tercatat dalam peta Desa Kelurahan Pasir Impun, sesuai
dengan peta yang terdapat dalam lampiran Acte Van Eigendom, Eigendom Verponding Nomor 6391 atas nama Raden Ardisasmita.

Di sisi lain, PT Global Kurnia Grahatama sudah membeli tanah tersebut dan mengurus administrasi pendaftarannya ke BPN Kota Bandung. Bahkan, tanah itu sudah didirikan bangunan perumahan mewah.

Alasan Hakim Mengabulkan Gugatan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved