Breaking News:

Ganjil Genap di Kota Bandung Bakal Diperpanjang? Begini Hasil Evaluasinya

Penerapan ganjil-genap di Kota Bandung dianggap berhasil setelah dilakukan evaluasi.

Penulis: Tiah SM | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Kendaraan bernomor polisi genap diarahkan ke ruas jalan lain saat uji coba pemberlakulan ganjil-genap di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (13/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penerapan ganjil-genap di Kota Bandung dianggap berhasil setelah dilakukan evaluasi.

“Untuk mengnetahui efektivitas dan pendapat masyarakat terhadap kebijakan ganjil genap ini, kami melakukan survei. Salah satu hasil survei menyatakan, penerapan gajil genap ini berhasil menekan mobilitas sekitar 50 persen,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung, Ricky Gustiadi, saat acara Bandung Menjawab secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Ricky mengatakan, diberlakukannya sistem ganjil genap ini juga mendapat sambutan yang prositif dari masyarakat.

Dari 100 orang responden di masing-masing titik, didapatkan data 48 persen warga memilih sistem ganjil genap yang diberlakukan di waktu tertentu, 6 persen warga berharap diberlakukan penutupan jalan penuh atau lockdown, 28 persen reseponden lainnya memilih penutupan jalan berdasarkan waktu, dan 23 persen memilih penyekatan jalan dengan pemeriksaan dokumen pekerjaan.

“Mudah-mudahan ini cukup mewakili keinginan seluruh masyarakat di Kota Bandung,” ujar Ricky.

Selama diberlakukannya PPKM di Kota Bandung, sudah ada beberapa pola penekanan mobiltas warga.

Di antaranya, penutupan jalan total, penutupan jalan berdasarkan waktu dan penyekatan jalan dengan menunjukkan dokumen kesehatan.

Sekarang yang tengah diterapkan adalah sistem ganjil genap di dua titik dengan pola waktu tertentu.

Efektivitas pemberlakukan ganjil genap menurut Ricky terllihat dari menurunnya mobilitas di kedua jalan tersebut.

Berdasarkan data Dishub Kota Bandung, pada Jumat  20 Agustus, volume kendaraan yang melintasi Jalan Asia-Afrika sebelum diberlakukannya ganjil genap sebanyak 3.470 per jam.

Sedangkan volume kendaraan setelah diberlakukannya ganjil genap sebanyak 2.211 kendaraan per jam.

Baca juga: Istri Muda Suami Tuti yang Jasadnya Ditemukan di Bagasi Diperiksa 10 Jam, di Sini Saat Kejadian

“Hal itu menunjukkan ada penuruan volume kendaraan  yang melintasi ruas jalan Asia-Afrika. Kepadatan kendaraan juga menurun dan kecepatan kendataan yang melintas semakin cepat,” ucapnya.

Ricky mengatakan,, untuk menentukan apakah sistem ini akan diberlakukan kembali selama PPKM level 3 di Kota Bandung, masih menunggu keputusan hasil rapat evaluasi satgas Covid-19.

“Kami hanya membawa hasil evaluasi dan hasil survei yang kami miliki kepada pimpinan. Untuk keputusan lebih lanjut sangat bergantung keputusan pimpinan,” ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved