Masih Merasa Sesak Napas Meski Sudah Negatif Covid-19? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Paru

Dokter spesialis paru dari RS Paru Dr HA Rotinsulu, dr Qamariah Laila Marsabessy, SpP memberikan penjelasannya mengapa sesak napas meski sudah sembuh

Editor: Ravianto
Pixabay
ilustrasi paru-paru. Sesak napas merupakan salah satu gejala yang dialami penderita covid-19. Meski demikian, ada saja pasien yang mengeluhkan sesak napas pascadinyatakan negatif. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sesak napas merupakan salah satu gejala yang dialami penderita covid-19.

Meski demikian, ada saja pasien yang mengeluhkan sesak napas pascadinyatakan negatif.

Dokter spesialis paru dari RS Paru Dr HA Rotinsulu, dr Qamariah Laila Marsabessy, SpP memberikan penjelasannya dalam siaran Radio Kesehatan Kemenkes RI, Senin (23/8/2021).

"Paru-paru diserang sama Covid-19 dengan gejala berat lalu kemudian diberi pengobatan maksimal. Maka meninggalkan bekas kerusakan, walaupun sembuh tetap meninggalkan permasalahan di paru," kata dia.

Ia mengatakan, tidak semua pasien positif masih mengalami sesak napas sekalipun sudah sembuh.

"Tidak semua sama, meninggalkan sesak napas, tidak banyak dari yang mengalami gejala berat," imbuhnya.

Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19. (freepik.com)

Dokter yang kerap disapa Ria ini mengatakan dalam mengobati pasien Covid-19, tenaga kesehatan selain fokus menyelamatkan pasien, juga sangat menimalisir kejadian pascapengobatan.

Sebab, dikhawatirkan dapat menyebabkan permasalahan di organ paru.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved