Breaking News:

Keluarga Besar Kesultanan Cirebon Sayangkan Tindakan Raharjo Djali Gelar Jumenengan Pekan Lalu

Keluarga besar Kesultanan Cirebon menyayangkan tindakan Raharjo Djali yang menggelar jumenengan pada pekan lalu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Perwakilan keluarga besar Kasultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Dendabrata. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Keluarga besar Kesultanan Cirebon menyayangkan tindakan Raharjo Djali yang menggelar jumenengan pada pekan lalu.

Perwakilan keluarga besar Kasultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Dendabrata, mengatakan, tindakan itu seolah mengeruhkan situasi di Keraton Kasepuhan.

Pasalnya, sejak tahun lalu, keluarga besar Kesultanan Cirebon menolak penobatan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV melanjutkan kepemimpinan ayahnya, PRA Arief Natadiningrat.

"Setahun kemudian ada jumenengan Raharjo Djali yang memproklamirkan diri sebagai Sultan Keraton Kasepuhan dan gelarnya Sultan Aloeda II," ujar Elang Tommy Iplaludin Dendabrata saat ditemui di Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Ingin Jadi Sultan, Raharjo dan Luqman Dipersilakan Buktikan Diri Keturunan Sunan Gunung Jati

Menurut dia, jumenengan Raharjo juga menyulitkan upaya keluarga besar Kesultanan Cirebon mengembalikan kepemimpinan Keraton Kasepuhan kepada keturunan Sunan Gunung Jati.

Ia mengatakan, Luqman dan Raharjo bukan trah atau keturunan langsung Sunan Gunung Jati sehingga tidak berhak menduduki jabatan tersebut. 

Pihaknya pun sangat menolak Raharjo menempati takhta Keraton Kasepunan, karena melenceng jauh dari tatanan adat yang ada.

"Kami ingin meluruskan sejarah, tapi ada orang bukan trah Kanjeng Sunan Gunung Jati mendeklarasikan diri sebagai Sultan Kasepuhan," kata Elang Tommy Iplaludin Dendabrata.

Bahkan, dari garis nasab ayah Raharjo juga jauh dari Sunan Gunung Jati sehingga dinilai tidak berhak menyandang gelar maupun kewenangan menjadi Sultan Keraton Kasepuhan.

Baca juga: Kapten Persib Bandung Sudah Berpikir tentang Pensiun, Liga 1 2021 Akan Jadi Musim Terakhir?

Tommy menyampaikan, tindakan Raharjo itu tidak sesuai apa yang disampaikannya saat menolak Luqman dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV pada tahun lalu.

"Awalnya menyampaikan tidak berambisi menjadi sultan, tapi dalam perjalanannya malah memproklamirkan diri sebagai polmak (pengisi kekosongan) dan sekarang sultan," ujar Elang Tommy Iplaludin Dendabrata. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved