Breaking News:

Pabrik Obat Keras di Sumedang

Fakta-fakta Rumah di Sumedang Jadi Pabrik Obat Ilegal, Dikira Rumah Kosong hingga Omzet Ratusan Juta

Tribun Jabar telah menghimpun fakta-fakta terkait kasus produksi obat terlarang di sebuah rumah di Paseh, Kabupaten Sumedang. Ini 5 Faktanya

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Rudy Ahmad Sudrajat menunjukan barang bukti psikotoprika di sebuah rumah di Dusun Sukamulya RT09/03, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (22/8/2021) 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebuah rumah di Dusun Sukamulya RT09/03, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kini menjadi perhatian.

Pasalnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat membongkar peredaran psikotropika jenis doube L yang diproduksi di rumah tersebut.

Dari penggerebekan itu, polisi menemukan jutaan butir obat keras double L siap edar.

Selain menyita barang bukti obat keras, polisi pun menangkap satu orang pemilik rumah, dan menangkap dua orang karyawan.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari pengembangan dari kasus sebelumnya.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat menggerebek sebuah rumah di Dusun Sukamulya, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang yang diduga dijadikan tempat memproduksi psikotropikasi, Minggu (22/8/2021).
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat menggerebek sebuah rumah di Dusun Sukamulya, Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang yang diduga dijadikan tempat memproduksi psikotropikasi, Minggu (22/8/2021). (Tribun Jabar/ Kiki Andriana)

"Pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan kasus dari 3 TKP sebelumnya,"ucap Rudy Ahmad Sudrajat kepada Tribun Jabar.id di lokasi, Minggu (22/8/2021).

Tribun Jabar telah menghimpun fakta-fakta terkait kasus produksi obat terlarang tersebut. Ini Fakta-faktanya:

1.  Jutaan butir obat-obatan terlarang senilai Rp 2,4 Miliar

Rudy menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah beroperasi sejak bulan Februari 2021 lalu.

Baca juga: Pabrik Psikotropika di Sumedang Digerebek, Mertua & Menantu Kerja Sama,Ini Trik Polisi Mengungkapnya

"Total sebanyak 2.150.000 butir pil double L yang disita. Jika diuangkan senilai Rp 2,4 Miliar," kata Rudy.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved