Breaking News:

Terapi Non-Farmakologi Dalam Masa Pandemi Covid-19 di SMKN 9 Bandung

Penyakit Covid-19 sudah menjadi wabah penyakit menular yang sudah tersebar ke seluruh dunia. Infeksi Covid-19 disebabkan oleh coronavirus 2 (SARS-CoV-

Editor: bisnistribunjabar
Dok. UBK
Terapi Non-Farmakologi Dalam Masa Pandemi Covid-19 di SMKN 9 Bandung 

TRIBUNJABAR.ID, Penyakit Covid-19 sudah menjadi wabah penyakit menular yang sudah tersebar ke seluruh dunia. Infeksi Covid-19 disebabkan oleh coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menginfeksi sistem pernafasan. Penyebaran Covid-19 awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, penyebaran juga bisa terjadi dari manusia ke manusia. Penyebaran tersebut melalui droplet contohnya saat seseorang batuk dan bersin.

Pepatah mengatakan “Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Dari pepatah tersebut kita dapat mengantisipasi timbulnya penyakit karena kesehatan merupakan hal yang tak ternilai harganya. Pencegahan dan pengobatan suatu penyakit bisa dilakukan dengan terapi.

Sering kali masyarakat terfokus pada terapi farmakologi yaitu menggunakan obat kimia. Namun, tidak selamanya hanya dengan mengkonsumsi obat kimia suatu penyakit akan sembuh. Perlunya terapi non-farmakologi sebagai faktor pendorong pencegahan sekaligus pengobatan untuk meningkatkan keberhasilan penyembuhan suatu penyakit. Oleh karena itu, kelompok 30 dari Universitas Bhakti Kencana yang sedang melakukan Pengabdian Masyarakat melalui kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) memberikan edukasi melalui webinar dengan tema “Terapi Non Farmakologi Covid-19”.

Bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa/i kelompok 30 merupakan gabungan dari beberapa fakultas di Universitas Bhakti Kencana (UBK) yang terdiri dari Fakultas Farmasi, Keperawatan, Ilmu Kesehatan, dan Ilmu Sosial. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan UBK bertemakan "Bersama Lewati Gelombang Kedua, Satukan Langkah Satukan Hati Mengarungi Pandemi" dengan tag line "COVID-19 NO! SEHAT YES!".

Kelompok 30 beranggotan 19 orang yang diketuai oleh Muhammad Zulfan Firdaus Nur Syahpurta dan anggotanya Athala Nur Faridah, Dilla Putri Widyawati, Gumiwang Asri Ginanjar, Muhammad Naufal Ramadhan, Maryati, Nurul Nisa, Nurul Sakinah Elake, Ragga Cahya Ramadhan J, Syifa Rahma Fauziah, Rosa Nur Fadilah, Nunu Dania Purwati, Roffianti, Sheli Karina, Vira Apriyani, Yunari Meliani Sapitri, Yayang Irsal Fauzi S, Yauma Fika Azriani, Chindy Lucytania dan Mohamad Tarmidzi Arsa Wijaya serta di dukung oleh Dosen Pembimbing yang beranggotan tiga orang yang diketuai oleh Rahma Ziska, M.Si dengan anggotanya yaitu Supriyatni Kartadarma, SKM., M.KM, Denni Fransiska Helena M., S.Kp., M.Kep, dan Apt. Kharina Septi Lestari, M.S.Farm.

Kegiatan webinar tersebut bekerja sama dengan SMKN 9 Bandung yang telah dilaksanakan pada tanggal 14 Agutus 2021 dengan judul “Terapi Non Farmakologi Pada Masa Pandemi Covid-19 di SMKN 9 Bandung”. Edukasi terapi non-farmakologi Covid-19 penting untuk diketahui oleh seluruh masyarakat salah satunya oleh anak sekolah sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19. Melalui webinar tersebut juga dapat membantu untuk menyebarkan informasi yang akurat secara efektif di bidang pendidikan Indonesia.

Penyampaian materi terapi non-farmakologi Covid-19 dalam plat form zoom  bersama Ibu Rahma.
Penyampaian materi terapi non-farmakologi Covid-19 dalam plat form zoom bersama Ibu Rahma. (Dok. UBK)
Penyampaian materi terapi non-farmakologi Covid-19 dalam plat form zoom  bersama Ibu Supriyatni.
Penyampaian materi terapi non-farmakologi Covid-19 dalam plat form zoom bersama Ibu Supriyatni. (Dok. UBK)

Dalam sambutan webinar tersebut, kepala sekolah SMKN 9 Bandung Dr. Anne Sukmawati, K.D., M.M.Pd. memberikan tanggapannya “Pada masa pandemi Covid-19, kegiatan seperti ini sangat membantu bagi siswa/i di SMKN 9 Bandung karena siswa/i memerlukan suatu pengetahuan tambahan terkait masa pandemi Covid-19 selain KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di rumah.”

Pemateri yang mengisi dalam kegiatan webinar tersebut berjumlah dua orang, dengan pemateri yang pertama yaitu Rahma Ziska, M.Si. dosen dari Fakultas Farmasi dan pemateri kedua Supriyatni Kartadarma, SKM., M.KM. dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Informasi yang diberikan oleh kedua pemateri tersebut untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam masa pandemi Covid-19 dengan terapi non-farmakologi bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

  • Berjemur di bawah sinar matahari terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengaktifkan vitamin D untuk mencegah hingga mampu melawan Covid-19.
  • Mengkonsumsi herbal, seperti kunyit, temulawak, jahe, dan sambiloto. Memiliki khasiat sebagai immunomodulator dan mempunyai aktivitas antivirus sebagai bentuk pemcegahan Covid-19.
  • Meminum air kelapa muda karena dapat mencegah penyebaran Covid-19 dan bisa menjadi pengobatan untuk pasien Covid-19 gejala ringan.
  • Mengkonsumsi makanan sehat (pedoman gizi seimbang).
  • Berpikir positif.
  • Berolahraga, istirahat yang cukup, dan meminum air putih.
  • Berkumur dengan air garam bermanfaat untuk penyembuhan radang tenggorokan bukan sebagai pencegahan atau pun pengobatan Covid-19 (klarifikasi rumor)
  • Menghirup uap panas sebagai bentuk perangsang indra penciuman yang hilang akibat gejala Covid-19.

Dari informasi tersebut dapat diketahui bahwa jenis-jenis terapi non-farmakologi yang biasanya dianggap remeh oleh sebagian orang ternyata mempunyai peran yang sangat besar terhadap pencegahan atau pun pengobatan Covid-19. Namun, segala bentuk terapi yang digunakan harus berdasarkan jurnal artikel atau pun buku. Jadi jangan sampai kita termakan oleh rumor yang ada di masyarakat. Edukasi mengenai Covid-19 perlu disebarluaskan karena dapat membantu pemahaman masyarakat terkait terapi apa yang bisa dilakukan secara benar.

Universitas Bhakti Kencana
Universitas Bhakti Kencana (Dok.UBK)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved