Breaking News:

Harga Ayam Ras Pedaging Mulai Bergerak Naik di Tingkat Peternak, Tapi Masih di Bawah BEP

Harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak mulai naik.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
tribunjabar/andri m dani
Harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak di Ciamis mulai bergerak naik. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak di sentra perunggasan rakyat Jabar di Ciamis, dalam dua hari terakhir berada di kisaran Rp 15.500-Rp 17.000 per kg hidup (livebird).

Ada kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan realisasi harga BR pada hari Rabu (18/8/2021) yakni dikisaran Rp 14.000-Rp 15.000 per kg.

“Ada  kenaikan harga BR, tapi masih dibawah BEP (biaya pokok produksi/BPP),” ujar H Kuswara Suwarman, pengelola peternak unggas Tanjung Mulya Group Panumbangan kepada Tribun, Minggu (22/8/2021).

Kenaikan harga ayam BR tersebut merata terjadi di seluruh daerah produksi BR di Jabar.

Seperti informasi dari Pinsar, menurut Kuswara, realisasi harga BR di tingkat peternak Sabtu (21/8/2021) di Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya di kisaran Rp 15.500-17.000 per kg.

“Itu untuk ayam BR ukuran di bawah 1,7 kg per ekor. Sedangkan yang  jumbo atau up (berat di atas 2 kg per ekor) masih di kisaran Rp 14.500 per kg,” katanya.

Semenatra realisasi harga BR di tingkat peternak di Cirebon, Indramayu, Majalengka ,Kuningan Sabtu kemarin juga dikisaran Rp 15.500-Rp 17.0000 per kg.

Demikian pula di Bandung Raya, Garut dan Sumedang.

Sedankan di Purwakarta, Subang dan Karawang (Rp 16.000-Rp 16.500), Cianjur (Rp 15.500-Rp 16.000), Sukabumi (Rp 16.000-Rp 16.500), dan Bogor/Depok di kisaran Rp 16.500-Rp 17.500 per kg.

Meski ada kenaikan harga yang cukup signifikan, namun menurut Kuswara realisasi harga Rp 15.500-Rp 17.000 per kg di tingkat peternak di Ciamis tersebut masih jauh dari biaya pokok produksi yakni dikisaran Rp 19.000-Rp 20.000 per kg.

Walau terjadi kenaikan harga yang cukup berarti, namun daya serap pasar selama masa pemberlakuan PPKM yang sudah beberapa kali diperpanjang ini menurut Kuswara daya serap pasar masih rendah.

“Daya serap pasar masih rendah, hanya dikisaran 40 persen,” ucap Kuswara yang juga Sekretaris Perkumpulan Peternak Ayam Priangan (P2AP) tersebut.

Baca juga: Lelaki Perlu Tahu, Ramuan Telur Ayam Ini Bisa Tingkatkan Stamina di Malam Hari, Ini Resepnya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved